Transkrip: Penjelasan mengenai Tsongkhapa PDF Print
Translated by Valentina Suhendra   
Article hits: 6285

 

Lama Tsongkhapa

Penjelasan mengenai Tsongkhapa oleh Tsem Tulku Rinpoche (1 dari 2)

TSONGKHAPA explained by Tsem Tulku Rinpoche (1 of 2)

Dim lights Embed Embed this video on your site

Membuat ikonografi Tsongkhapa mempunyai efek yang luar biasa. Kalian dapat memanggilnya Lama Tsongkhapa, Tsongkhapa atau Je Rinpoche. Lama berarti seseorang yang tanpa kesalahan. Tidak ada yang jahat atau negatif dari mereka, karena itu, kalian memanggilnya Lama Tsongkhapa.

Making a Lama Tsongkhapa iconography is very powerful.  You can call him Lama Tsongkhapa, Tsongkhapa or Je Rinpoche.  Lama means one without fault. Nothing evil, or negative in them, so therefore you call Him Lama Tsongkhapa.

Tsong adalah bawang, Lama Tsongkhapa dilahirkan di Amdo yang dipenuhi bawang. Mereka menanam banyak bawang, karena itu mereka memanggil Beliau, Lelaki dari tanah Bawang dan beliau adalah seorang biksu agama Buddha. Beliau sangat lembut, dan merupakan emanasi Manjushri. Dan pada masa hidupNya, Beliau melakukan 12 tindakan besar, sama seperti Buddha. Tetapi dari semua kegiatan yang beliau lakukan, yang paling menonjol adalah, ajaran Dharma yang luar biasa dan Lamrim yang telah dikomposisikan beliau.

Beliau sudah menulis banyak korpus mengenai Dharma dan agama Buddha. Beliau adalah cendikiawan yang paling besar sejak saat itu sampai sekarang. Beliau mempunyai banyak Guru di Tibet, tetapi banyak dari mereka yang tidak menulis. Beberapa menulis sadhana dan doa pendek. Tetapi debat filosofi dan pikiran dan mengubah pikiran dan transformasi Tantra, mengenai Sutra, Lama Tsongkhapa tidak tertandingi dalam menulis mengenai hal ini. Dan karya tulisNya hari ini, digunakan pada semua biara, biara Tantrik, dan digunakan oleh biksu dan masyarakat awam. Bahkan Sadhana dan doanya masih digunakan. Meditasinya yang ditujukan pada banyak Buddha masih digunakan. Bahkan beberapa nada yang dikembangkannya dalam membaca doa untuk Buddha masih digunakan. Dan diatas semua itu pakaiannya, bagaimana seorang biksu harus berpakaian diadopsi oleh ke-empat sekte agama Buddha. Karena sebelum masa Lama Tsongkhapa, biksu tidak mempunyai cara berpakaian yang khusus. Bahkan topiNya, dll, semua dikembangkan oleh Lama Tsongkhapa. Jadi, Beliau bukanlah orang biasa. Beliau sudah pasti adalah Makhluk Tercerahkan yang suci.

Karena itu, Lama Tsongkhapa sangatlah penting. Kalian harus hati-hati dalam menggambar ikonografi Beliau. Beliau selalu duduk dalam postur meditasi. Apa yang digambarkan dalam postur meditasi? Hal ini menggambarkan bahwa beliau sudah tercerahkan. Tetapi Beliau tercerahkan karena belajar, mengerti, melakukan ret-ret dan meditasi. Jadi dia menjadi Buddha karena meditasi. Jadi hal ini merupakan simbol dari betapa pentingnya meditasi bagi beliau pada masa hidupnya dan bagi kita bila kita mau mencapai tujuan yang lebih tinggi. Jadi, tidak berarti kita perlu duduk seperti ini dalam melakukan meditasi. Artinya adalah ketika kita melihat tubuh Lama Tsongkhapa, Beliau mengingatkan kita untuk melaksanakan ajaran Buddha. Kita harus bermeditasi. Ini adalah apa yang diingatkan ketika kita melihat Beliau. Ketika kita melihat kakinya yang bersila seperti itu, kalian harus bermeditasi, kalian harus melakukan sadhana, kalian harus melaksanakan ajaran agama Buddha. Kalian harus berusaha untuk mengembangkan spiritual kalian, kalian harus. Dan kalian dapat mencapai keadaan yang tercerahkan. Yang direpresentasikan oleh kakinya yang bersila.

Lalu tangan Beliau dalam posisi dharmacakra mudra. Ini adalah cara internasional dalam mengeja CAKRA. Beberapa orang menaruh “C-H,” tetapi ini tidak diterima, lebih seperti “C-A-K-R-A,” Dharmacakra. Dharmacakra berarti roda dharma atau memutar roda dharma. Mengapa? Bila kalian melihat tangan Lama Tsongkhapa, tangan yang ini didepan jantung (Rinpoche menggunakan tangan kanan-Nya) menyebarkan dharma. Jarinya tidaklah berdempetan, ketika kalian menggambar, ketika kalian membuat patung, tidak kaku, tetapi lembut (Rinpoche menunjukan posisi tangan yang benar) mengajarkan dharma. Dan ada di mana? Tidak menyentuh jantung tetapi ada tepat di depan jantung, benar. Sangat penting, dan pada titik ini ketika kita menyentuh jarinya dan jempolnya berada di depan jantung. Jadi kalian bisa membuat patung atau Thangka kalian dengan lebih baik, dengan halus dan dengan sangat indah. Lalu tangan Beliau yang lain dengan indah diposisikan di depan. Tangan ini tidaklah seperti itu, tidak mungkin untuk tubuh manusia, sedikit lebih ke bawah seperti ini. Tetapi dalam hasil seni, kalian merubahnya sedikit untuk membuatnya lebih indah. Baik, untuk hasil seni, tetapi dalam patung kalian tidak akan membuatnya seperti ini, kalian harus membuatnya seperti ini (Rinpoche menunjukan posisi tangan yang benar). Jadi, apakah ini? Ini adalah mudra. Mudra berarti posisi tangan. Mudra ini yang berada di depan Lama Tsongkhapa menggambarkan apa? AktivitasNya yang terbesar di dunia ini, sama seperti Sang Buddha, mengajarkan dharma.

Beliau mengajar dan mengajar dan mengajar dengan perkataan, dan dengan menulis buku, dan Lama Tsongkhapa juga mempunyai banyak penulis pembantu. Tidak mungkin bagi Beliau untuk menulis semuanya. Beliau memiliki penulis pembantu yang efisien, cepat, dan pekerja keras yang akhirnya menulis semua yang Beliau katakan dan kembali untuk melihat apakah ini akurat. Jadi, sangat sangat penting bagi seorang Lama untuk memiliki penulis dan mempunyai orang yang bisa menulis, yang akan melakukannya dengan akurat, yang akan menggunakan energi mereka untuk ini dan akan menyelesaikannya. Dan juga Lama Tsongkhapa tidak berlari kesana-kemari mencari percetakan dan donatur. Murid-muridnya mengambil alih hal ini. Murid-muridnya pergi dan berbicara pada orang lain, tolong biayai ajaran ini, hal ini akan sangat bermanfaat dan mereka mendapatkan donatur dan kertas dan mereka mencetaknya. Mereka pergi ke percetakan, mereka mengirimkannya dan menyelesaikannya dan di Tibet, percetakan sangatlah kompleks karena tidak seperti sekarang, ada komputer dan lain-lain. Mereka menggunakan balok kayu, mereka harus mencari jenis kayu yang benar, meluruskannya, menghaluskannya, membaliknya dan menyuruh orang lain untuk mengukir setiap kata. Jadi, bila bukunya mempunyai 300 halaman, itu berarti 300 balok kayu, mereka harus mengganti semuanya.

Jadi apakah kalian pikir Lama Tsongkhapa menghabiskan waktu di tempat balok kayu menunggu tulisannya dicetak? Tidak. Beliau tidak melakukan semua itu, Beliau hanya memberikan ajarannya. Karena itulah Beliau dapat menyelesaikan banyak ajaran karena Beliau memiliki banyak orang yang efisien disekitarnya. Beliau memilikinya. Jadi Beliau dapat melakukan apa yang bisa Beliau lakukan, mengajar.

Jadi ajaran Beliau masih bertahan sampai hari ini, dalam banyak volume, dan bersama dengan itu, yang ditulis setelahnya oleh banyak Master lain adalah berdasarkan karya tulis Lama Tsongkhapa dan ajarannya. Dan di atas semua itu, figur yang paling besar pada negara kami, contoh: His Holiness Dalai Lama, Panchen Lama, dan semua Lama yang luar biasa, inkarnasi pertama mereka adalah sebagai murid dari Lama Tsongkhapa sendiri. Semua. Jadi His Holiness, yang ke-14 sekarang. Ketika Beliau meninggal, 15, meninggal, 16, Yang sebelumnya 13, sebelumnya lagi 12. Dalai Lama yang pertama adalah murid langsung dari Lama Tsongkhapa sendiri. Dan seperti itu juga, di Tibet, kalian memiliki banyak sekali guru Dharma yang hebat yang mempunyai inkarnasi dan inkarnasi mereka adalah murid langsung dari Lama Tsongkhapa sendiri. Langsung, kembali lagi dan lagi. Luar biasa.

Pekerjaan terbesar dari seorang Lama adalah bukan melakukan ritual. Pekerjaan yang terbesar, aktivitas yang terbaik bukanlah membuat keajaiban atau melakukan upacara kematian atau pernikahan atau kalian tahu, melakukan perjalanan, atau memakai baju bagus, atau membangun wihara. Aktivitas yang terbaik dari seorang Lama atau Rinpoche, seorang guru, adalah mengajar. Hal ini adalah aktivitas yang terbaik, dan aktivitas satu-satunya. Mengapa? Mereka berada di sini untuk mengajar, untuk menyebarkan dan memberikan kalian Dharma. Beberapa guru cukup tersadarkan. Beberapa guru mempunyai pengalaman dan belajar selama beberapa kehidupan. Jadi ketika mereka mengajar, hal ini tidak hanya datang dari satu kehidupan. Ia datang dari pengalaman pada banyak kehidupan. Karena itulah ajaran ini sangat baik dan dalam walaupun subyeknya simpel, mereka mengajar dengan cara yang luar biasa. Mengapa? Ini bukanlah sesuatu yang mereka lakukan selama satu atau dua tahun. Semua orang dalam kehidupan ini yang mengambil foto yang bagus, menulis dengan baik, tidak hanya datang dari [pengalaman] satu atau dua tahun, tetapi datang dari pengalaman selama bertahun-tahun, kerja keras dan kesulitan. Begitu juga sesuatu yang simpel seperti ini berasal dari kerja keras dan kesulitan bertahun-tahun. Tentu saja mengajarkan Dharma yang akan mentransformasi pikiran orang lain, dan kehidupan mereka, dan masa depan mereka, dan nasib mereka adalah sangat luar biasa.

Tsong is onion; the place that Lama Tsongkhapa was born in Amdo was a place filled with a lot of onions. They grew a lot of onions, so they call Him the Man of the land of the Onions and He is a Buddhist Monk. He is very gentle, He is very very soft, and an emanation of Manjushri.  And during His life, He did twelve great deeds, just like the Buddha. But out of all the deeds that He has done, the one that stood out most is, His incredible dharma teachings and the Lamrim’s works that he has made.

He has written so much in the corpus of Dharma and Buddhism.  He is the greatest Scholar from then till now.  He has many Masters in Tibet but many of them didn’t write. Many wrote short sadhanas and prayers.  But actual philosophical words of debates, and thinking and changing the mind and transformation on Tantra, on Sutra, Lama Tsongkhapa was unexcelled for writing them.  And His writings today, are being used by all the Monasteries, the Tantric monasteries, and are used by monks and lay people.  Even His sadhanas and prayers are still being used.  His meditation for different deities and practices are still being used.  Even some of the tunes that He developed for chanting to the Buddhas are still being used.  And on top of that His clothes, the way a monk should dress has been adopted by all four sects of Buddhism.  Because before Lama Tsongkhapa, monks didn’t have a set way of dressing. Even His hat, etc, everything was developed by Lama Tsongkhapa.  So He is not a normal person.  He is definitely a holy Enlightened Being.

Therefore, Lama Tsongkhapa is very important. You have to be very careful in drawing His iconography.  He always sits in the meditation posture.  What does the meditation posture represent?  It represents that He has become enlightened.  But He has become enlightened by study, understanding, doing retreat and meditation.  So he became a Buddha by meditation.  So it symbolizes the importance of meditation for him during his life and us if we want to achieve higher goals.  So it doesn’t really mean that we need to sit like this doing meditation.  What it means is when we see Lama Tsongkhapa’s body, it reminds us that we must do practice.  We must do meditation.  That is a total reminder when we look at him.  When we see His legs crossed like that, you must meditate, you must do your sadhanas, you must practice.  You must put effort into your spiritual development, you must.  And then you can reach the enlightened state.  That is what is represented by His legs crossing.

Then His hands are in a dharmacakra mudra.  That‘s an international spelling of CAKRA.  Some people put a ‘C-H’, but that’s not accepted, it’s more ‘C-A-K-R-A’, Dharmacakra.  Dharmacakra literally means the wheel of dharma or turning the wheel of dharma.  Why?  If you look at Lama Tsongkhapa’s hand, this hand is in front of the heart, (Rinpoche using His right hand) expounding the dharma.  Alright, the fingers are not together, when you draw, when you make statues, it’s not stiff, it’s soft (Rinpoche showing the correct hand gesture) teaching the dharma.  And it’s where?  Not touching the heart but in front of the heart, right.  Very important, not touching the heart, but right in front, and this point where we actually touch the fingernail and the thumb is in front of the heart.  So you can make the statues or your thangkas nicer, very delicately and very beautifully.  Then His other hand beautifully drapes right in front.  This hand not like that, that is impossible for a human body, it’s slightly down like this.  But in artwork, you make it up a little bit because it is more beautiful.  Alright, so in artwork, in statues you won’t make it like that, you make it like that (Rinpoche showing the correct hand gesture).  So, what is it?  This is the mudra.  Mudra means hand gesture.  This mudra in front of Lama Tsongkhapa represents what?  His greatest activity on this earth, just like Lord Buddha, was teaching the dharma.

He taught and taught and taught by speech, also by writing books, and Lama Tsongkhapa himself had many scribes.  It was impossible for him to write everything.  He had efficient, quick, fast, hardworking scribes who actually wrote down everything he said and went back and see if it’s accurate.  So that’s how His books got printed.  So it’s very very important for Lamas to have writers and to have people who can write, who will do it accurately, who will put their energy into it and will complete it. And also Lama Tsongkhapa didn’t run around looking for printers and sponsors.  His students took over that, His students went to talk to people, please sponsor this teaching, it will be very beneficial and they found the sponsors where they got the paper and they printed it out.  They went to the printers, they got it sent, they got it done and in Tibet, printers are very complicated because unlike now, it’s all computer and all that.  They take wood blocks, they have to take certain types of wood, straighten it out, make it very smooth, turn it around and commission a person to carve each word.  So, if the text has 300 pages, that’s 300 wood blocks.  And if one word was wrong in a wood block, they have to change the whole thing.  So do you think Lama Tsongkhapa hung out at the wood block place waiting for his text to be printed?  No. He didn’t do all that, He just gave His teachings.  That’s why he was able to get a lot out because he had efficient people around Him, He did. So He was able to do what he can do, teach.

So His teachings are still alive today, by those voluminous works, and along with that, what’s written later by many great masters are based on Lama Tsongkhapa’s written works and teachings.  And on top of that the greatest figures in our country, eg His Holiness the Dalai Lama, the Panchen Lama, all these great Lamas, their first incarnations were all students of Lama Tsongkhapa Himself.  All.  So His Holiness is the 14th right now. when He dies, 15th, dies 16th, previous life 13th , previous life 12th.  The first Dalai Lama was the direct disciple of Lama Tsongkhapa himself.  And like that, in Tibet, you have many many great Dharma teachers who have many incarnations and their incarnations are direct students of Lama Tsongkhapa himself.  Direct, coming back again and again.  Incredible.

The greatest work of a Lama is not to do rituals. The greatest work of a Lama, the best activity of a Lama is not to perform miracles or to do death ceremonies or weddings or you know, travel, or wear nice clothes, or build temples.  The best activity of a Lama or Rinpoche, a teacher, is teaching.  That’s the best activity, the only activity.  Why?  They are here specifically to teach, to expound and to give you the dharma.  Certain teachers are quite realized.  Certain teachers have many lifetimes of learning and experience.  So when they teach it doesn’t come from one life.  It comes from many lifetimes that they experience.  That’s why the teachings are profound and deep although subject simple, they teach in such a profound way.  Why?  It’s not something that they practice for one or two years.  Anybody in this life who takes good photography, good writing, it didn’t come from one or two years, it came from years of experience, the hardship and difficulties.  Similarly something simple like that takes years of hardship and difficulties.  Of course teaching the dharma that will transform other people’s mind, and their life and their future and their destiny is extremely profound

Penjelasan mengenai Tsongkhapa oleh Tsem Tulku Rinpoche (1 dari 2)

TSONGKHAPA explained by Tsem Tulku Rinpoche (2 of 2)

Dim lights Embed Embed this video on your site

Jadi banyak Lama di Tibet yang cukup tersadarkan. Tersadarkan dalam arti apa? Pengetahuan mereka datang dari pikiran yang berasal dari banyak kehidupan, perenungan, meditasi. Jadi ketika mereka berkata, sebenarnya hal ini datang dari masa lalu dan hal ini mempengaruhi kita. Kenapa? Karena ini adalah sesuatu yang telah mereka sempurnakan.

Karena itu, dalam tradisi Tibet, maksud terbaik dari seorang Lama adalah untuk mengajar. Bila Lama kalian dapat mengajar dan kalian menciptakan fasilitas bagi Lama kalian untuk mengajar dan kalian menciptakan keadaan yang mudah bagi Guru kalian untuk mengajar, kalian akan membiarkan Lama kalian melakukan hal yang memang seharusnya beliau lakukan dan kalian akan menerima manfaat dari ajaran, praktek, dan hasilnya.

Bila Lama kalian harus melakukan semuanya tetapi mengajar atau tidak mengajar karena beliau harus melakukan semua hal, maka kalian tidak menggunakan Lama kalian dengan cara yang benar. Karena itu, maksud dari seorang guru adalah mengajar. Bagaimana mungkin hal ini adalah yang paling penting? Hanya dengan mengajar dan menyebarkan Dharma kita bisa mendapatkan pengetahuan dan kesadaran. Tanpa kesadaran dan pengetahuan, tidak ada Dharma. Kalian bisa membangun wihara, kalian bisa membangun patung, kalian bisa melakukan puja, kalian bisa menyalakan lilin, dupa, dan bunga, dan kalian bisa menaruh pupe, dupe, aloke, gyande, newidye, makanan dan sebagainya, dalam nampan dan kalian bisa melakukan ini (Rinpoche mendemonstrasikan bagaimana kita melakukan persembahan) di depan Buddha dan kalian menyalakan bel, tidak ada yang terjadi. Mengapa? Semua orang bisa melakukan hal ini. Kalian bisa mengajarkan monyet melakukan ini. Orang Tibet melakukan hal ini di depan Buddha, lalu menyalakan bel, tidak ada yang terjadi. Apa arti Dharma? Apa arti puja? Puja berarti membersihkan masalah, membersihkan masalah untuk mendengarkan dharma dan melaksanakan dharma.

Jadi bagian yang paling penting bagi seorang Lama adalah untuk mengajar, yang paling penting. Ketika seorang Lama tidak dapat mengajar dan kalian menginterupsi beliau dengan hal-hal bodoh dan alasan dan tidak melakukan pekerjaan dan mengingkari janji, energinya akan terkuras, tujuannya tidak terpenuhi, dan inkarnasinya disia-siakan. Kita menyebutnya dalam bahasa Tibet sebagai chud, sia-sia. Beberapa Lama bahkan meninggal dengan cepat, mereka pergi, karena mereka tidak bisa melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan di sini. Banyak kasus seperti itu. Banyak kasus. Salah seorang guru saya, Drikung Rinpoche, hal yang sama terjadi. Beliau mengatakan, kehidupan beliau yang sebelumnya sia-sia. Untuk beberapa tahun, beliau diam. Beliau sangat tidak bahagia dengan murid-muridnya dan harus mengulang hal yang sama dan selalu mengecewakannya. Beliau diam selama tujuh tahun, beliau tidak berbicara. Pada akhir tahun ketujuh dimana beliau diam, beliau melakukan meditasi dan meninggal. Beliau mengatakannya sendiri kepada saya. Jadi inilah yang terjadi bila kalian tidak membiarkan guru kalian mengajar, dan kalian membuatnya melakukan hal-hal lain, kalian menyia-nyiakannya dan kalian menyia-nyiakan diri sendiri, dan kalian membuang kesempatan.

Sementara setiap orang mempunyai sesuatu yang baik yang dapat mereka lakukan, bila kita tidak melakukan apa yang bisa kita lakukan atau belajar untuk melakukan sesuatu yang baik, lalu bagaimana? Waktu, semuanya terbuang percuma. Karena itulah dalam satu keluarga, setiap orang dalam keluarga mempunyai pekerjaan agar semua berjalan baik dalam rumah tangga. Jadi ketika kalian melakukan hal itu, rumah tangga akan berjalan dengan baik. Bila kalian hanya mengharapkan satu orang, dan orang itu, bisa si pencari nafkah, tidak bisa pergi dan mencari nafkah. Sangat, sangat simpel.

Jadi, fungsi seorang Lama, fungsi yang tertinggi, fungsi satu-satunya, pekerjaan yang sebenarnya dari seorang Lama adalah untuk memutar roda Dharma dan ini sangatlah penting, karena itulah Lama Tsongkhapa menunjukan posisi tangannya. Dari semua posisi tangan yang bisa dimiliki oleh Buddha, Beliau menunjukan posisi tangan seperti ini yang berarti pekerjaan yang tertinggi adalah mengajarkan dharma. Dan hanya dengan dharma saya bisa membawa kebahagiaan bagi kalian, hanya dengan dharma saya bisa merubah hidup kalian. Hanya dengan dharma saya bisa memberi manfaat bagi kalian. Hanya dengan dharma. Jadi ini adalah yang tertinggi dan yang paling penting, karena itu, tangan Beliau dalam posisi ini, Dharmacakra. Lalu pada tangan kanan Lama Tsongkhapa, Beliau memegang sebatang tangkai. Tangkai ini berwarna hijau dan bening, tidak tebal seperti tali, tipis dan jernih. Ia harus menyeimbangkan tubuh dan mekar pada sisi kanan menjadi bunga teratai. Bunga teratai mekar dan berwarna merah muda dan ia mempunyai dasar bunga teratai dalam disc bulan. Di atas bunga ini ada pedang. Mengapa ada pedang? Pedang karena pedang memotong. Memotong apa? Memotong obyek, pohon, orang, benda, kayu, kertas, ia memotong.

Jadi mengapa Lama Tsongkhapa memegang pedang dalam Lotus pada sisi kanannya? Karena dengan mendengar dan belajar dharma, ia memotong penderitaan kita. Kita dapat memotong ketidak-bahagiaan kita. Kita bisa memotong pikiran kita. Kita bisa memotong kesulitan dan masalah kita. Dan mengapa pedang berada di atas teratai? Pedang berada di atas teratai karena teratai menggambarkan kasih sayang dan cinta. Cinta dan kasih sayang memotivasi pedang ini yang berarti pedang ini tidak bisa menyakiti kalian. Ia tidak bisa merusak kalian tetapi ia bisa memotong hal-hal yang merusak kalian. Mengapa? Karena ia dimotivasi oleh kasih sayang.

Ia tidak dapat merusak kalian tetapi dapat memotong . Lalu pada sisi kiri, kalian mempunyai tangkai bunga teratai, dan di atas bunga teratai ada buku dharma. Buku dharma dan gaya Tibet. Buku dharma dari Tibet terlihat seperti ini (Rinpoche menunjukan buku dharma) dan ia terletak di atas bunga teratai pada sisi kiri dan diatasnya ada permata. Ia mempunyai permata yang indah, kalian lihat di sana, ada permata berwarna biru. Ada permata di atas buku dharma. Mengapa? Permata dalam agama Buddha tidak menggambarkan berlian atau safir. Kami menyebutnya Yid bzhin nor bu. “Permata pengabul permintaan”? Karena dharma atau buku dharma atau belajar dharma, mengerti dharma menggambarkan bahwa kalian mempunyai permata. Apa yang dilakukan permata terhadap kalian? Ia menghapuskan kemiskinan, masalah dan kesulitan kalian. Jadi ketika kalian belajar dharma, ia menghapuskan kemiskinan kalian dan kesulitan seperti “permata pengabul permintaan.” Karena itu, permata yang terbaik di dunia bukanlah uang, bukan benda. Permata terbaik di dunia adalah memiliki pengetahuan. Pengetahuan ini tidak datang dari sumber yang buruk, melainkan dari Buddha. Karena itu, permata ini, pengetahuan sang Buddha, dharma yang digambarkan dengan buku. Mengapa? Kita mendapatkan pengetahuan dari buku. Dan bila kita mempunyai pengetahuan dharma, ini sama seperti permata. Mengapa? Permata, wanita yang akan menghapus kemiskinan dan kesulitan dari masalah finansial. Permata dharma juga mengambil sesuatu.

Karena itu, ketika Lama Tsongkhapa mempunyai buku pada bunga teratai di sini,(Rinpoche menunjuk sisi kirinya), apa yang digambarkannya? Ketika kita berdoa pada Lama Tsongkhapa, ketika kita bermeditasi pada Lama Tsongkhapa, ketika kalian melakukan persembahan atau puja kepada Lama Tsongkhapa, bila kalian membaca mantra Lama Tsongkhapa, apa yang terjadi? Pengetahuan kalian akan meningkat, kebijaksanaan kalian akan meningkat, ingatan kalian akan meningkat, kemampuan kalian untuk berbicara akan meningkat, perkataan kalian akan meningkat, kekuatan dari perkataan kalian akan meningkat, perbincangan akan meningkat, menulis, sains, belajar, seni, menggambar, musik. Semua yang terkait dengan musik, seni, tulisan, perbincangan, debat. Semua yang terkait dengan belajar dan ingatan, dan pengertian. Pengertian dapat dicapai dengan berdoa secara rajin kepada Lama Tsongkhapa.

Jadi bila kalian berharap untuk belajar, kalian berharap untuk mempunyai pikiran yang tajam. Bila kalian ingin memiliki pikiran yang jernih dan sadar dan cepat, maka kalian melakukan puja dan doa kepada Lama Tsongkhapa sebagai Buddha utama kalian. Bila Lama Tsongkhapa adalah Buddha yang utama, banyak bagian pikiran yang akan berubah. Menjadi jauh lebih baik. Jadi ketika Lama Tsongkhapa memegang buku dharma, apa yang digambarkan? Hal ini menggambarkan bahwa bila kalian berdoa, bermeditasi, berfokus, membaca mantra, dan kalian mengganggap Beliau sebagai Buddha kalian dan kalian melakukan puja terhadap beliau dan kalian memberikan diri kalian pada Lama Tsongkhapa. Setiap hal yang berkaitan dengan belajar, mengerti, kejelasan, kesadaran, kecepatan, ketajaman, kepandaian, debat, berbicara, seni, musik, sains, akan meningkat. Mengapa? Beliau adalah Buddha kebijaksanaan dan pengetahuan, mengerti, dan kesempurnaan pikiran.

So, many Lamas in Tibet are quite realized.  Realized in what sense?  Their knowledge comes from many many lifetimes of thought, contemplation, meditation. So when they speak it actually comes from a very distinct past and it has an effect on us.  Why?  It is something that they have perfected.

Therefore in Tibetan tradition, the best purpose of a Lama is to teach.  If your Lama can teach and you create the facility for your Lama to teach and you create everything easy for your Lama to teach and there is no burden for your Lama in any way, just to teach and you will allow your Lama to do what he is supposed to do and you will receive the benefits of teachings, practice and results.

If the Lama has to do everything but teach or cannot teach because he has to do everything, then you do not use your Lama in a correct way.  So therefore, Lama Tsongkhapa shows that.  Why?  Teachers’ purposes, Gurus’ purposes is to teach.  How is it most important?  It is only by teaching and expounding the dharma, can we gain knowledge and realization.  Without realization and knowledge there is no dharma.  You can build temples, you can build statues, you can do pujas, you can put light, incense and flowers, and you can put pupe, dupe, aloke, gyande, newidye, food and all that, on a tray and you go like that (Rinpoche demonstrating how we do our offerings) in front of the Buddhas and you ring the bell, nothing happens. Why?  Anybody can do that.  You can teach a monkey to do that.  Tibetans do that.  Even a monkey can come with a tray, go like that  in front of the Buddha and then rings a bell, nothing happens.  What is dharma? What is puja? Puja means clear problems, clear obstacles by listening to the dharma and practicing the dharma.

So the most important part of a Lama is to teach, most important.  When a Lama cannot teach and you interrupt him with all kinds of stupid silly things and excuses and not doing work and breaking promises and not fulfilling them, if the Lamas is overwhelmed by that, and they cannot teach, his energy is drained, your purpose is not fulfilled, his incarnation is wasted.  We say in Tibetan chud, is wasted.  Some Lamas actually die early, they are gone, because they cannot do what they’re here to do.  Many cases like that. Many many cases.  One of my Gurus, Drikung Rinpoche, the same thing happened.  He told, his previous life just died off.  For several years, he remained completely silent.  He was so unhappy with his students and having to repeat things and all the time disappointing him.  He remain completely silent for seven years, he never talked.  And at the end of seven years of silence, he went into meditation and passed away.  He told me himself. So what happens is when you don’t let your Lama teach, and you make him do everything else, you waste him and you waste yourself and you waste the opportunities.

While everybody has something good they can do, if we don’t do what we can do or learn to do something good, then how?  Time, everything is wasted.  That’s why in a family unit, everybody in the family has a job to make things work in the household.  So when you do that in the household it works.  If you lay it on one person, that one person could be a bread winner, cannot go and win the bread.  Very very simple.

So the function of a Lama, the highest function, the only function, and the real function, the real job of a Lama is to turn the wheel of the dharma and that is so important that’s why Lama Tsongkhapa shows his hand gesture.  Out of all the gestures a Buddha can have, he shows his hand gesture like this meaning the highest job is teaching the dharma.  And only by dharma can I bring you happiness, only by dharma can I change your life.  Only by dharma can I bring you benefit.  Only by dharma.  So that is the highest and most important, therefore his hands are in this gesture, Dharmacakra.  Then in Lama Tsongkhapa’s right hand, he holds a stem.  The stem is a green sprout and clear, not thick like a rope, thin and clear. It has to balance up the body and opens up on the right into a beautiful lotus flower.  The lotus flower opens up and is pink and it has a lotus bed on moon disc. On top of that is a sword.  Why is there a sword?  There’s a sword because the sword cuts.  Cuts what?  Cuts objects, trees, people, things, wood, paper, it cuts.

So why does Lama Tsongkhapa holds a sword on a lotus on his right side?  Because by listening and learning the dharma, it cut through our suffering.  We can cut through our unhappiness.  We can cut through our mind.  We can cut through our difficulties and problems.  And why is the sword on a lotus?  The sword is on a lotus because a lotus represents compassion, love.  Love and compassion, motivates this sword meaning this sword cannot harm you.  It cannot damage you but it can cut away things that damage you.  Why?  Because it’s motivated by compassion.

Then, on the left you have another stem on the lotus and on the top of the lotus is a dharma book. The dharma book is in a Tibetan form.  Tibetan dharma books looks like this (Rinpoche showing dharma book) and is sitting on a lotus on the left and on top of that it has jewels.  It has beautiful jewels, you see there, there is a blue jewel. It has jewels on top of the dharma book.  Why?  A jewel in Buddhism doesn’t represent diamond or sapphire.  We called it yid bzhin nor bu. ‘wish fulfilling jewel’.  Why is it a ‘wish fulfilling jewel’?  Because the dharma or the dharma book or the learning of the dharma, understanding of the dharma is symbolising you have a jewel.  What does the jewel do for you?  It removes your poverty, your problems, your difficulties.  So when you learn the dharma it removes your poverty and difficulties like a ‘wish fulfilling jewel’.  Therefore the best jewel in the world is not money, not things.  The best jewel in the world is having knowledge.  This knowledge does not come from a bad source, it comes from Buddha.  So therefore, this jewel, this Buddha knowledge, the dharma is represented by the book.  Why?  We get  knowledge from a book.  And if we have dharma knowledge, it is the same as a jewel.  Why?  Jewels, a lady will take away poverty and difficulties from financial problems.  Dharma jewel takes away something also.

Therefore, when Lama Tsongkhapa has a book on a lotus here, (Rinpoche pointing to his left side) what does it represents?  When you pray to Lama Tsongkhapa, when you meditate to Lama Tsongkhapa, when you make offerings or puja to Lama Tsongkhapa, if you do Lama Tsongkhapa’s mantra, what happens?  Your knowledge will increase, your wisdom will increase, your memory will increase, your ability to speak will increase, your words will increase, the power of your speech will increase, conversation will increase, writing, science, learning, arts, drawing, music.  Anything relating to music, art, writing, conversation, debate.  Anything relating to learning and memory and comprehension, understanding can be achieved by praying diligently to Lama Tsongkhapa.

So if you wish to learn, you wish to have a very sharp mind,  if you want to the mind to be clear and aware and quick and fast, then you do puja and prayer to Lama Tsongkhapa as your main Buddha.  If Lama Tsongkhapa is your main Buddha, many part of the mind will be converted.  Much much better.  So when Lama Tsongkhapa holds a dharma book, it represents what?  It represents that you pray, you meditate, focus, chant and you make Him your Buddha and you do puja to him and you give yourself to Lama Tsongkhapa.  Everything having to do with learning, understanding, clarity, awareness, quickness, sharpness, intelligence, debating, talking, art, music, science, will increase.  Why?  He is a Buddha of wisdom and knowledge, understanding, perfection of mind.

Link to the original blog:
http://blog.tsemtulku.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/transcript-tsongkhapa-explained.html/comment-page-1#comment-18594

 

Peraturan dan Persetujuan Terjemahan

Terjemahan ini adalah hasil pekerjaan dari penerjemah pihak ketiga di luar organisasi Kechara. Apabila terjadi salah paham terhadap pengertian dari materi versi bahasa Indonesia, versi bahasa Inggris akan dianggap sebagai versi yang lebih akurat. Walaupun setiap upaya telah dilakukan untuk memeriksa akurasi dari hasil terjemahan ini, kemungkinan terjadi kesalahan tetap ada. Semua pihak yang menggunakan informasi yang didapat dari artikel ini, melakukan hal tersebut dengan resiko pribadi.

© Hak cipta dari artikel ini dipegang oleh Tsem Tulku Rinpoche. Artikel ini bisa di - download, dicetak, dan gandakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kegiatan belajar - mengajar. Kegiatan men-download, menggandakan, tidak boleh dilakukan untuk kepentingan komersial atau untuk mewakili kepentingan perusahaan komersial tanpa ijin eksplisit dari Tsem Tulku Rinpoche. Untuk kepentingan seperti ini, harap menghubungi Liason Susan Lim dari Kechara Media and Publication ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ).

Translation Disclaimer

This translation is the work of a third party translator external to the Kechara Organisation. Should confusion arise in the interpretation of the Indonesian versions of the materials of this page, the English version will be considered as accurate. While every effort is made to ensure the accuracy of the translation, portions may be incorrect. Any person or entity who relies on information obtained from the article does so at his or her own risk.

© The copyright to this article is held by Tsem Tulku Rinpoche. It may be downloaded, printed and reproduced only for personal or classroom use. Absolutely no downloading or copying may be done for, or on behalf of, any for-profit commercial firm or other commercial purpose without the explicit permission of Tsem Tulku Rinpoche. For this purpose, contact Susan Lim, Kechara Media and Publication Liaison, at This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 

Visitors

We have 5 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013