Sejarah dan Pentingnya Dharmapala PDF Print
Translated by Valentina Suhendra   
Article hits: 4799

‘Dharmapala’ Sanskrit tua dari India, daratan melahirkan Pengetahuan,” “Akhir dari Semua Pengetahuan”, dewa tak terhitung banyaknya, rumah dari sungai Gangga dan Buddha Yang Tersadarkan – berarti “…penjaga ajaran[i]”. Kata ini juga digunakan untuk berarti pembela atau pelindung dari hukum “Kendaraan Berlian.”

‘Dharmapala’ – hoary Sanskrit from India, terra firma giving birth to the Vedas;’ The End of All Knowledge’, innumerable deities, home of the Ganges river and Buddha The Awakened One – means “…guardian of the teachings[i]” Variously, the term is also used to mean defenders or protectors of the law of the ‘Diamond Vehicle’.

Vajrayana, atau “Kendaraan Berlian” adalah sekolah ajaran Buddha Mahayana India, yang sejauh ini, dapat secara arkeologi ditelusuri ke milenium pertama. Dharmapala agen pelindung yang didewakan bagi ajaran Vajrayana (gaya praktek yoga dan derivatif filosofi dari praktek sejarah Buddha. Seperti sejarah tradisi timur jauh selalu diperbaharui dan ditulis kembali, juga mungkin bahwa dewa-dewa yang pertama digunakan dalam ajaran Tantrik.

Aplikasi ritual yang praktis atau Dharmapa adalah untuk pertapa Tibet atau praktisi sadhana untuk memanggil mereka pada saat ritual atau meditasi untuk melindungi dari pengaruh negatif yang akan mencegah seseorang untuk maju dalam jalan sadhana atau praktek.

Sementara dewa Dharmapala digambarkan dalam kesenian Tibet sebagai menyeramkan dan marah, dimengerti di sini bahwa hasil membenarkan cara, sebenarnya ini adalah Buddha pengasih yang amarah, dan tubuh padat yang mengenakan perhiasan berat, dan senjata mematikan adalah peralatan kamuflase untuk kebaikan praktek, untuk mengusir ilusi dan kejahatan, dalam istilah Judeo-Kristen, kita merujuk pada jenis dewa ini sebagai malaikat tertinggi.

Delapan dewa Dharmapala dikenal – masing-masing dikenal dengan berbagai nama – dan dipanggil, berdasarkan area perlindungan yang khusus: “Mahakala, Yama, Yamantaka, Hayagriva, Vaisravana, Shri Devi, Changpa, Prana Atma.[ii]” Daftar ini adalah hirarki tradisional akuntansi dengan Mahakala tampil dalam posisi nomor satu sebagai Dharmapala yang melindungi para Dalai Lama (pemimpin spiritual tertinggi dalam komunitas Buddha).

Dua sudut pandang utama diberikan mengenai pentingnya Dharmapala: fundamental dan literal; dan metafora dan terkadang mistis. Fundamental dijelaskan di atas dalam definisi, dan penggunaan tradisional dari para dewa ini. Akan tetapi bagaimana dengan metafora dan mistis?

Adalah tujuan dari semua yoga untuk kembali ke sumbernya, dan hidup dalam tubuh manusia adalah transendental. Tubuh dan pikiran terbatas adalah instrument yang baik untuk kembali. Bisakan Dharmapala ini menjadi bagian dan paket yang lebih tinggi, berdedikasi, dan sebagai praktisi sadhana, disiplin diri?

Mengambil sudut pandang Jung, mungkin ini adalah elemen dasar dari disiplin diri dalam praktek yoga. Bukan protokol yang bisa bagi suatu kelompok meditasi di sekolah Zen Buddha untuk memonitor dengan wajah menyeramkan dan tongkat bambu yang menunggu untuk dengan tajam memukul – dengan kasih, tentu saja – mereka yang tertidur pada saat duduk.

Catatan kaki:

[i] ‘Kamus Shambhala mengenai ajaran Buddha dan Zen’ – Shambhala Publication, 1991.

[ii] seperti di atas.

Sumber: http://www.helium.com/items/1808311-dharmapalas-history-and-significance

Vajrayana, or the ‘Diamond Vehicle’, is a Buddhist school of Indian Mahayana teachings that, so far, can be archeologically traced to the first millennium. Dharmapalas are deified protective agents for the Vajrayana teachings (an evolved style of yoga practice and philosophy derivative of the historical Buddha’s practice). As history in the far eastern traditions is constantly being updated and rewritten, it is also possible that these deities were first used in Tantric teachings.

A practical ritual application of all or any one of the Dharmapalas is for today’s Tibetan yogi or sadhana practitioner to call them forth during ritual and meditation in order to protect against negative influences that will keep one from advancing along the path of sadhana or practice.

While the Dharmapala deities figure heavily in Tibetan art as horrific and angry, it’s understood that here the end justifies the means; actually these are compassionate, Buddhist deities, whose angry sneers, heavily ornamented, husky bodies, and deadly weaponry are protective camouflage devices for the good of the practice, to drive away illusion and evil; in Judeo-Christian parlance we refer to this type of deity as an archangel.

Eight Dharmapala deities are known – each one may be known by several designations – and called upon, each for its specific specialized areas of protection: “Mahakala, Yama, Yamantaka, Hayagriva, Vaisravana, Shri Devi, Changpa, Prana Atma.[ii] ” This listing is the traditional hierarchical accounting with Mahakala appearing in the number one position as that Dharmapala who protects the Dalai Lamas (those highest spiritual leaders in the Buddhist community).

Two principle viewpoints are offered for the importance of Dharmapalas: the fundamental and literal; and the metaphorical and often mystic. The fundamental is covered above in the definitions of, and traditional use of these deities. However, what of the metaphorical and mystic?

It is the goal of all yoga to return to the source, and that life in the human body is transcendental. The body and finite mind therein is a powerful instrument of return. Could these Dharmapalas be part and parcel of our higher, dedicated, and as sadhana practitioners, disciplined self?

Taking a Jungian view, perhaps these are archetypal elements of self-discipline towards yoga practice. It is not uncommon protocol for a group meditation in the Zen Buddhist school to have one monitor with a fierce face and wielding a bamboo rod skulking the crowd waiting to sharply strike that one – with compassion, of course – who has fallen asleep at his sitting.

Footnote:

[i] ‘The Shambhala Dictionary of Buddhism and Zen’ –Shambhala Publications, 1991.

[ii] As above.

 

Visitors

We have 84 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013