Tebak apa yang kami lakukan di Gunung Rinjani PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Article hits: 1632
Saturday, 21 February 2015 02:39

Teman-teman di seluruh dunia,

Apakah anda mengetahui aku memiliki seorang teman dan murid yang baik, Ibu Valentina yang yang telah bekerja melewati berbagai tantangan yang tak terhitung untuk mendirikan Kechara Soup Kitchen (Yayasan Kechara Indonesia) di Jakarta Indonesia?! Silahkan dibaca di artikel ini tentang pencapaiannya dan beberapa temannya yang luar biasa demi orang-orang yang membutuhkan. Aku harus mengatakan aku sangat bangga dengan Valentina dan aku melihatnya sebagai seorang yang sangat baik, murah hati, dan tulus. Dia melakukan apa yang ia janjikan dan tidak mengambil apapun untuk dirinya sendiri. Sama sekali tidak. Dia seorang yang sangat bertanggung jawab dan seorang pemimpin yang baik karena memimpin dengan integritas. Aku memintanya untuk menulis mengenai pendaki-pendaki kami yang berani dan welas asih. Aku berterima kasih kepada para pendaki atas usaha keras mereka dan aku senang mereka semua tiba di rumah dengan selamat. Kalian semua adalah orang-orang yang peduli dengan yang lainnya dalam hati kalian.

Yayasan Kechara Indonesia didirikan pada tanggal 15 Juni 2012 di hadapan notaris di Jakarta yang kemudian diresmikan pada tanggal 17 Oktober 2012 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Indonesia.

Semenjak itu, itu telah menandakan formalisasi pekerjaan baik yang dilakukan oleh teman-teman Indonesia kami dalam kapasitas mereka selama beberapa tahun terakhir. Satu dari mereka telah melakukan usaha penggalangan dana untuk banyak aktivitas-aktivitas kemanusiaan dan spiritual mereka.

2 minggu lalu, 4 relawan dari Yayasan Kechara Indonesia mendaki Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif dan merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia! Kebanyakan dari mereka belum pernah mendaki gunung sebelumnya, namun mereka memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi kondisi yang keras untuk mengumpulkan dana untuk membiayai program dan operasional mereka.

Aku bersukacita untuk semua yang berpartisipasi dalam tantangan penggalangan dana ini. Dibandingkan dengan membuat alasan tidak mempunyai cukup dana untuk melanjutkan aktivitas mereka dan berkembang, mereka menemukan cara dan solusi yang kreatif. Seperti yang mereka katakan, jika itu penting bagimu, maka kamu akan menemukan caranya! Dibawah ini adalah pernyataan yang ditulis oleh salah satu relawan. Ingatlah bahwa kita semua tidak harus mendaki gunung luar, namun taklukkan puncak ketakutan di batin kita untuk melakukan sesuatu untuk yang lainnya. Silahkan dibaca.

Tsem Rinpoche

Dear friends around the world,

Did you know I have a good friend and student Ms. Valentina who has worked through innumerable challenges to establish Kechara Soup Kitchen ( Yayasan Kechara Indonesia) in Jakarta, Indonesia?! Please read here of her and wonderful friends’ accomplishments for the sake of the needy. I must say I am very proud of Valentina and I find her to be a very kind, giving, generous and honorable person. She does what she promises and takes NOTHING for herself. Nothing at all. She is a very responsible person and a good leader because she leads by her integrity. I asked her for this write up about the brave and compassionate climbers. I thank the climbers for their great efforts and I am glad you are all safely home. You are all really caring people with others in mind.

Yayasan Kechara Indonesia (Kechara Indonesia Foundation) was established on 15 June 2012 in the presence of a Notary Public in Jakarta. It was then officially registered on October 17, 2012 by the Ministry of Law and Human Rights, Indonesia.

Since then, it has marked the formalization of the good work that our Indonesian friends have been doing in their personal capacity over the last few years. One of them has been the fundraising efforts for their many humanitarian and spiritual activities.

2 weeks ago, 4 volunteers of Yayasan Kechara Indonesia climbed Mount Rinjani. Mount Rinjani is an active volcano and the 2nd highest volcano in Indonesia! Most of them have never climbed a mountain before, yet they decided to brave the harsh physical conditions to raise funds for their programs and administrative costs.

I rejoice for those who participated in this fundraising challenge. Instead of making an excuse of not having enough funding to continue their activities and to grow further, they find different creative ways and solutions. As they say, if it’s important to you, you’ll find a way! Below is an account written by one of the volunteers. Remember we all don’t have to climb an outer mountain, but scale our inner peaks of fear to do something for others. Do take a read…

Tsem Rinpoche

Tantangan Kechara Indonesia 2014: Menaklukkan Gunung Rinjani

Pada pertengahan September 2014, 4 relawan pemberani Yayasan Kechara Indonesia (“Kechara Indonesia”) mendaki Gunung Rinjani (3.726m diatas permukaan laut) untuk menunjukkan komitmen mereka dan menggalang dana untuk biaya operasional dan berbagai program filantropis Kechara Indonesia.

Kechara Indonesia adalah sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memberi manfaat kepada keluarga dan masyarakat dengan latar belakang ekonomi yang kurang beruntung dan memudahkan mereka untuk menghidupi diri mereka sendiri dan keluarga mereka dengan menyediakan kebutuhan penting dan mendanai pendidikan tanpa memandang agama, suku, etnis, dan jender. Kechara Indonesia didirikan oleh murid H.E. Tsem Tulku Rinpoche, Valentina Suhendra, yang tinggal di Indonesia bersama dengan beberapa temannya.

Melakukan tantangan untuk menunjukkan komitmen pada program-program Kechara Indonesia adalah sebuah tradisi yang telah dimulai pada tahun 2012. Pada waktu itu, Valentina dan beberapa relawan yang berkomitmen ingin meresmikan aktivitas amal menjadi NGO (“Yayasan” dalam bahasa Indonesia).

Tantangan pertama YKI digagas oleh Hau Shio Wei yang menjadi relawan untuk mendaki Gunung Peclet (3.561m diatas permukaan laut) di Prancis untuk melunasi pinjaman dalam mendirikan Yayasan Kechara Indonesia. Itu adalah pendakian yang bersejarah dan Shio Wei menyelesaikan pendakian dan mengibarkan bendera Kechara Indonesia dengan logo – Compassion Knows No Barrier di puncak Peclet. Karena kesuksesan ini, Valentina Suhendra berhasil melunasi pinjamannya dan mendirikan Yayasan Kechara Indonesia.

Kesuksesan Shio Wei pada tantangan pertama, menginsiprasi relawan lainnya untuk melakukan tantangan yang sama. Lalu, pada bulan Mei 2013,, 5 relawan dari Kechara Indonesia (yaitu, Valentina Suhendra, Hau Shio Wei, Yudhono Rawis, soo Woon Loong, dan Hyang Augustiana) memutuskan untuk mendaki Gunung Semeru untuk menunjukkan komitmen kami untuk perbuatan amal. Saat itu, kami mendapatkan beberapa sponsor korporasi seperti KPMG Indonesia, Macrokiosk, dan Syailendra Asia. Tantangan ini berjalan sukses dan para relawan menyelesaikan pendakian dan mengibarkan bendera (dan semua bendera sponsor dari korporasi) di puncak tertinggi di pulau Jawa.

Sejalan dengan tradisi, pada bulan September 2014, Shio Wei dan beberapa temannya (Liew Kong Qian, Ray Astamangala, dan Chee Hou) memutuskan untuk mengambil tantangan yang lebih berat, mendaki Gunung Rinjani yang lebih tinggi dibandingkan gunung sebelumnya yang pernah didaki relawan Kechara Indonesia sebelumnya. Banyak sponsor Kechara Indonesia dan relawan lainnya menanyakan alasan untuk mengambil tantangan itu dan mengapa relawan-relawan ini (banyak yang belum pernah melakukan pendakian gunung) memutuskan untuk mengikuti tantangan seperti ini. Berikut ini penuturan yang mengharukan dari mereka:

Shio Wei

Sewaktu kecil, orangtuaku mengatakan padaku untuk belajar untuk hidup dengan kebaikan hati.

“Meskipun terkadang kebaikanmu tidak selalu dihargai, itu memberikan dampak yang baik setiap saat. Semakin terlihat tidak dihargai, semakin banyak yang membutuhkan, dan semakin banyak perbedaan positif yang bisa anda buat.

Kebaikan hati bukanlah sesuatu yang akan hilang jika terus digunakan. Semakin tulus kebaikan hati yang anda berikan, akan ada semakin banyak kebaikan yang bisa diberikan untuk setiap orang. Hal ini membentuk diriku dan alasan mengapa aku selalu termotivasi utnuk menjadi relawan dengan mendaki untuk mendukung program penggalangan dana Yayasan Kechara Indonesia sejak 2 tahun silam.

Aku berharap setiap orang dapat mempraktekkan hidup dengan kebaikan hati, dan nilai dari setiap tindakan tersebut akan terus berlipat ganda. Hidup dengan kebaikan hati dan anda hidup dengan kekuatan untuk membuat perbeddan dalam hidup setiap orang yang anda sentuh

Liew Kong Qian

Bekerja di Jakarta selama hampir 2 tahun, dan aku mendengar tentang Gunung Rinjani beberapa kali namun tidak memiliki kesempatan untuk pergi. Dan akhirnya tahun ini aku terdorong untuk melakukan pendakian gunung ini dalam program penggalangan dana Yayasan Kechara Indonesia.

Aku berkata pada diriku sendiri bahwa sebuah yayasan amal bergantung padaku untuk melakukan penggalangan dana. Aku tidak boleh membuat mereka putus asa. Ini akan menjadi elemen penting yang mendorong diriku untuk terus berlatih, bahkan menjadi motivasi tambahan untuk menyelesaikan perjalanan pendakian ini pada hari besar tersebut.

Ray Astamangala

Aku telah tinggal di Jakarta selama hampir 10 tahun. Banyak yang mengatakan aku seorang yang lucu, bersemangat, kuat dan baik. Ketika aku diajak untuk menjadi relawan pendakian untuk program penggalangan dana YKI, aku bertanya pada diriku sendiri apabila aku hendak mengambil tantangan tersebut dan berpikir: ‘Apa tujuan yang sebenarnya aku menantang diriku sendiri daripada hanya sekedar mendaki pucak Gunung Rinjani karena aku telah menaklukkan banyak gunung sebelumnya?’. Dan aku menemukan jawabannya: mengumpulkan donasi adalah alasan utamaku untuk mencapai puncak pada kesempatan ini. Aku ingin menjadkan waktuku berharga untuk sesuatu dengan membuat sesuatu yang bermakna.

Chee Hou

Hmm.. Aku berpikir membiarkan hidupku dihujani berbagai macam tantangan, aku lebih baik terus maju dan melakukan suatu tantangan yang bermakna. Selama aku dapat melakukan usaha yang terbaik dengan semua latihan yang keras selama beberapa minggu ke depan untuk mempersiapkan diriku dalam pendakian pertama dalam hidupku, menaklukkan Gunung Rinjani di Lombok, itu akan dengan pasti memberikan makna baru dalam hidupku.

Mendaki sebuah gunung yang menantang seperti Gunung Rinjani tidaklah mudah. Itu adalah sebuah tantangan yang serius. Melakukan aktivitas ini demi manfaat yang lainnya pastinya memberikan tambahan keberanian bagi para pendaki yang berani dan baik hati ini. Ketika para pendaki diwawancarai untuk artikel ini, kita dapat melihat mereka sangat bahagia dan bangga dengan pencapaian mereka. Mereka berbagi banyak cerita lucu, menggambarkan ketakutan mereka saat mendaki,hambatan yang mereka alami seperti lupa mandi dan kesulitan tidur menguras banyak energi mereka yang dibutuhkan selama pendakian. Yang terpenting adalah mereka selamat dan senang. Kechara Indonesia sangat beruntung memiliki orang-orang yang berani dan baik hati sebagai anggota dan kontributor.

Setelah sukses dalam tantangan di Gunung Rinjani, Valentina menemui para pendaki dan memberikan sebuah tza tza Buddha yang indah satu-persatu untuk mereka dari H.E. Tsem Tulku Rinpoche. Semoga para pendaki diberkahi oleh Buddha di kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang dan selalu terinspirasi untuk memberi manfaat kepada yang lainnya.

Kechara Indonesia adalah organisasi yang unik karena orang-orangnya. Sebagai organisasi asing pertama yang didirikan sebagai perpanjangan tangan dari organisasi Kechara, tim Kechara Indonesia menunjukkan kalau mereka kreatif, berani, murah hati, dan ingin keluar dari zona nyaman mreka untuk membantu yang lainnya. Sama seperti orang pada umumnya, mereka memiliki ketakutan dan keraguan sendiri. Bagaimanapun, perwujudan dalam memberikan manfaat kepada yang lainnya jauh lebih penting yang memberikan mereka keberanian dan memikirkan banyak cara yang kreatif untuk menggalang dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan aktifitas mereka yang bermanfaat.

Kechara Indonesia Challenge 2014: Conquering Mt. Rinjani

In mid September 2014, 4 brave volunteers of Yayasan Kechara Indonesia (“Kechara Indonesia”) climbed Mount Rinjani (3,726m above sea level) to show their commitment and fundraise for Kechara Indonesia’s various philanthropic programs and administrative fund.

Kechara Indonesia is a non-profit organization dedicated to benefit families and communities from less fortunate economic background and to enable them to support themselves and their families by providing immediate necessities and sponsoring education regardless of religion, race, ethnicity, or gender. Kechara Indonesia was established by H.E. Tsem Tulku Rinpoche’s student, Valentina Suhendra, who resided in Indonesia together with several of her friends.

Doing challenges to show commitment to Kechara Indonesia’s programs is a tradition that was started in year 2012. At the time, Valentina and several committed volunteers wanted to formalize their charitable activities into an NGO (“Yayasan” in Indonesian language).

YKI’s first challenge was initiated by Hau Shio Wei who volunteered to climb Mount Peclet (3,561m above sea level) in France in order to pay off a loan that was taken to fund the establishment of Yayasan Kechara Indonesia. It was a historic climb and Shio Wei managed finish the climb and spread Kechara Indonesia flag with its logo – Compassion Knows No Barrier at Mt. Peclet’s peak. Due to the success of this challenge, Valentina Suhendra managed to pay off her loan and establish Yayasan Kechara Indonesia.

Shio Wei’s success in the first challenge, inspired other committed volunteers to do similar challenges. Thus, in May 2013, five volunteers from Kechara Indonesia (i.e., Valentina Suhendra, Hau Shio Wei, Yudhono Rawis, Soo Woon Loong, and Hyang Augustiana) decided to climb Mt. Semeru to show our commitment to our charity work. This time, we managed to get several corporate sponsors such as KPMG Indonesia, Macrokiosk, and Syailendra Asia. The challenge was a success and the volunteers managed to complete the climb and spread the flag (and all the corporate sponsors’ flags) on top of this highest peak on Java island.

In line with this tradition, in September 2014, Shio Wei and several of her friends (i.e., Liew Kong Qian, Ray Astamangala, and Chee Hou) decided to take on a more challenging task, climbing Mount Rinjani which is higher than the previous mountains that Kechara Indonesia’s volunteers have attempted before. Many of Kechara Indonesia’s sponsors and other volunteers asked the reasons for taking such challenge and why these volunteers (many of whom have never attempted mountain climbing before) decided to take on such challenge. The followings are their heartwarming responses:

Shio Wei

Since I was a kid, my parent told me to learn how to live with kindness.

“Though it may seem that your kindness is not always appreciated, it does indeed have an impact every time. The less it seems to be appreciated, the more it is needed, and the more of a positive difference it can make.

Kindness is not something that becomes depleted when it is used. The more true, unconditional kindness you offer, the more you will have to offer, and the more there will be for everyone. I guess it has explained why I am always motivated to be a volunteer to hike for Yayasan Kechara Indonesia Fundraising Program since last 2 years…

I hope that everyone could practice to live and act with kindness, and the value of each action is multiplied many, many times over. Live with kindness and you live with the power to make a difference in every life you touch

Liew Kong Qian

Working in Jakarta [for] almost 2 years, and I had heard of Mt Rinjani a few times but I didn’t got any opportunity to go. And finally this year I have the push to climb this challenging mountain under YKI fundraising program.

I told myself if a charity is relying on me to do fundraising, I shouldn’t let them down. This will be an important element of compulsion to make myself continue with my training, which may even give me that extra motivation to complete the journey of my hike on the big day.

Ray Astamangala

I have been stayed in Jakarta [for] almost 10 years.. I was told [that] I am a funny, spirited, strong and kind. When I was invited to be a volunteer to hike for YKI fundraising program, I ask myself a question if I may look at the challenge and think: ‘What’s the purpose of actually challenging myself other than just getting to the peak of Mt Rinjani as I have conquer many mountains before?’. And I found the answer: raising valuable fund can be my very reason for reaching the peak this round. I like to make my time count for something by making a meaningful difference with it.

Chee Hou

hmm… I was thinking Instead of just letting life throw random challenges at me, I should go ahead and provide myself with truly meaningful challenges. As long as I have put in my very best effort working through all these tough training for the next few week in preparing myself for my ever first hike in my life, conquering Mt Rinjani in Lombok, it will definitely bring new value to my life.

Climbing a challenging mountain like Mount Rinjani is not easy. It is a serious challenge. Doing such challenging activities for the benefit of others definitely gives more courage to these kindhearted and brave individuals. When the climbers were being interviewed for this article, we could see that they are very happy and proud of their achievements. They shared many funny stories, described their fears when climbing, the challenges that they experienced such as having to forgo regular showers and sleeping difficulties and deprived them further from the much needed energy during the climb. Most importantly they are safe and happy. Kechara Indonesia is so fortunate to have such brave and kindhearted individuals as its members and contributors.

After the success of their challenge in Mt. Rinjani, Valentina met with the climbers and passed each of them a beautiful Buddha tza tza from H.E. Tsem Tulku Rinpoche. May the climbers be blessed by Buddha in this and all future lives and are always inspired to benefit others.

Kechara Indonesia is unique because of its people. In addition of being the first established foreign arm of Kechara organization, Kechara Indonesia team has demonstrated that they are creative, courageous, generous, and willing to go out of their comfort zones in order to continue to benefit others. Just like other normal people, they have their own fear and doubt. However, the realization that benefiting others in need is much more important has given them the courage and think of various creative ways to raise the much needed fund to continue their beneficial activities.

Para pendaki setelah sukses dalam pendakian Gunung Rinjani. Mereka bertemu untuk makan malam dan dihadiahi dengan sebuah tsa-tsa dari H.E. Tsem Rinpoche.

Climbers after their Mt Rijani success. They met up for dinner and were presented with a tsa-tsa from H.E. Tsem Rinpoche.

Shio Wei yang pemberani diatas puncak Rinjani.

Courageous Shio Wei at Rinjani Peak.

Berjalan diatas pasir.

Walking on sand.

Di sekitar api unggun di tengah malam yang dingin

Warm bonfire on a cold night.

Selama Pendakian

The journey.

Perjalanan di turunan yang curam

The journey on the steep slope.

Selama Pendakian

The journey.

Wajah-wajah pendaki Kechara Indonesia

The faces of Kechara Indonesia climbers.

Gerbang masuk

The entrance.

Para pendaki dibantu oleh pemandu

The climbers were assisted by porters.

Bertahan dengan lampu selama pendakian

Surviving on headlights during the hike.

Mengibarkan bendera Kechara Indonesia selama pendakian. Kechara diatas puncak Rinjani!

Spreading Kechara Indonesia Flag during the hike. Kechara is on top of Mt. Rinjani!

Para pendaki kami yang berani

Our brave climbers.

Bendera Kechara di puncak Rinjani. Aku berterima kasih kepada semuanya yang berpartisipasi dalam pendakian ini atas semua kerjakeras kalian dan aku bahagi kalian semua kembali dengan selamat.

Kechara Flag at Rinjani Peak. I thank everyone who went on this climb for your efforts and I am glad you all made it safely back.

Ibu Valentina Suhendra

Ms. Valentina Suhendra

 

Add comment

Visitors

We have 25 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013