About Lama Tsongkhapa PDF Print
Translated by Valentina Suhendra   
Article hits: 23058

Siapakah Lama Tsongkhapa?

Kelahiran pertapa abadi dan orang suci, Lama Tsongkhapa, telah diramalkan sebelumnya oleh Budha Sakyamuni. Budha Kebijaksanaan, Kasih Sayang, dan Keahlian (i.e., Manjushri, Avalokiteshvara, dan Vajrapani) bereinkarnasi dalam diri anak suci ini, yang dengan kejeniusannya, teladan dalam hal keseimbangan antara teori intelektual dan tindakan, kerendah-hatian, dan energi tanpa batas untuk mengembalikan kemurnian budhadharma seperti semula, dan menyebar -luaskannya dalam waktu singkat di Tibet, Mongolia, Tiongkok, dan India.

Pada usia lima tahun, Lama Tsongkhapa telah berlatih metode tantric secara mendalam. Setelah ditahbiskan menjadi biksu oleh H.H. Karmapa Keempat, Je Tsongkhapa belajar dibawah bimbingan tidak kurang dari 45 Guru dari berbagai tradisi yang ada.


Gelugpa

Setelah menjalani pertapaan selama delapan tahun, memakan satu biji tumbuhan setiap hari, melakukan sujud namaskara sebanyak 3.5 juta kali dan mempersembahkan mandala sebanyak 1.5 juta kali, banyak dewa dan dewi yang menampakan diri secara langsung kepadanya. Lama Tsongkhapa berkomunikasi dengan Manjushri selama sisa hidupnya. Vajrayogini menyarankan beliau untuk memilih warna kuning untuk topi yang akan dipakainya untuk mengajar. Aliran agama Budha yang berasal dari Je Tsongkhapa, Gelugpa, juga dikenal sebagai “Aliran Topi Kuning” karena alasan yang tersebut.

Je Tsongkhapa mendirikan tiga biara besar, Gaden, Drepung, dan Sera yang menghasilkan banyak Maha Guru yang berpegang pada tradisi Gelugpa dan menyebarkannya keseluruh dunia Je Tsongkhapa juga menulis banyak naskah yang tidak tertandingi kedalaman dan kejelasannya. Naskahnya yang paling terkenal berjudul Fase Menuju Pencerahan (Stages on the Path to Enlightenment)

Lama Tsongkhapa sering disebut sebagai Budha ke-dua oleh Maha guru yang hidup pada jamannya. Lama Tsongkhapa berasal dari dataran salju, Tibet. Kesuciannya sebagai biksu dan intelektual tidak tertandingi. Beliau juga merupakan Maha Guru bagi ribuan murid pada masa tersebut dan jutaan murid pada masa sekarang.


Manfaat

Biksu yang bersahaja ini telah menjadi harta karun tanpa batas dalam hal kasih sayang dan kebijaksanaan. Beliau juga merupakan panutan spiritual yang ideal bagi semua manusia disegala jaman. Beberapa orang memohon agar karirnya menanjak, dan beberapa orang lainnya memohon kemajuan dalam hal spiritual. Semua hal ini tidak masalah karena Lama Tsongkhapa memberikan kekayaan, bisnis, dan karir bagi orang-orang yang praktis karena hal itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat lebih dalam mengenai hal spiritual setelah pikiran mereka dibebaskan dari hal-hal yang bersifat duniawi.

Memiliki representasi (contoh: Tza Tza, rupang, atau lukisan, dll.) dari Lama Tsongkhapa akan membawa manfaat besar untuk mengharmonisasikan energi dimanapun representasi ini ditempatkan. Manfaat langsung dapat dilihat dalam bentuk stabilisasi kekayaan dan kebahagiaan. Masalah kekurangan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, tempat berteduh akan selesai dengan sendirinya. Representasi Lama Tsongkhapa juga diketahui untuk memberikan efek yang menenangkan terhadap pikiran yang gelisah dan emosi negatif. Memberikan persembahan kepada Lama Tsongkhapa dan melakukan meditasi dan ajarannya akan memberikan kita kesempatan untuk mengembangkan kebijakan, kasih sayang, dan kekuatan dalam pikiran kita.

Ajarannya memberikan manfaat dalam menyelesaikan semua masalah dan kesulitan. Hal ini digambarkan dengan pedang kebijaksanaan yang membara di atas bunga teratai di sisi kanannya. Buku Dharma di atas bunga teratai sisi kiri menunjukan bahwa dengan berlindung kepadanya, seseorang bisa mendapatkan tingkat kebijaksanaan yang lebih tinggi dalam hal kedamaian, ketenangan, dan akhirnya pencerahan.


Migtsema

Meditasi Je Tsongkhapa Guru Yoga (Gaden Lhagyama) mudah, menyenangkan, dan dapat dilakukan siapa saja, walaupun begitu, sangat dalam maknanya. Meditasi ini dapat menyembuhkan depresi, rasa gelisah, penyakit dan memberikan perlindungan terhadap energi negatif, peningkatan intelektual dan pengertian, kebahagiaan dan kedamaian bagi yang melakukannya.

Energi spiritualnya dalam bentuk vokal (mantra) dapat membantu dalam hal transformasi pikiran. Mantra ini juga dikenal dengan nama Migtsema:

MIG-MEY TZE-WEY TER-CHEN CHENREZIG
DRI-MEY KHYEN-PI WANG-PO JAMPAL YANG
DU-PUNG MA-LU JOM-DZEY SANG-WEY DAG
GANG-CHEN KE-PEY TSUG-GYEN TSONGKHAPA
LO-SANG TRAG-PEY SHAB-LA SOL-WA DEB

Who Is He?

The birth of Tibet’s immortal yogi and saint Lama Tsongkhapa had been prophesised by Buddha Shakyamuni. The Buddhas of Wisdom, Compassion and Skilful Means (Manjushri, Avalokiteshvara, Vajrapani) incarnated in this divine child who by his genius, his example of perfect balance of study and practice, his utter humility and boundless energy restored the holy Buddhadharma to its original purity and caused it to spread like a wildfire all over Tibet, Mongolia, China and India.

Already practising the most profound tantric methods as a five-year-old, having been given his ordination vows by H.H. the 4th Karmapa, Je Tsongkhapa went on to study at the feet of no less than forty-five Gurus of all existing traditions.

Gelugpa

After an eight-year retreat, eating only one seed of a tree per day and offering 3.5 million prostrations and 1.5 million mandalas, many deities appeared to him directly and he remained in constant communion with Lord Manjushri for the rest of his life. Vajrayogini advised him to use the colour yellow for his teaching hat and the lineage that originated with him, the Gelugpa school, has often been called “Yellow-Hat School’ for that reason.

Lord Tsongkhapa founded the three main monasteries of Gaden, Drepung and Sera whose many attained Masters uphold his enlightened tradition and share it with the world. He is the author of many texts unsurpassed to this day in depth and clarity, most famously his work “The Stages on the Path to Enlightenment”.

Hailed as the second Buddha by contemporary Buddhist masters of his time, Lama Tsongkhapa comes from the mystical land of snows, Tibet. He is an incomparable pure monk, scholar and great teacher to thousands then and millions now. This simple monk has become a limitless treasure trove of love, wisdom and compassion. He is an ideal spiritual inspiration for everyone throughout the ages. Some look upon him for simple career advancement and some for a guide on a spiritual path. It simply doesn't matter, as Lama Tsongkhapa grants wealth, business and career to the practical minded. He thus allows us to look deeper into spirituality with minds freer off mundane matters.

The Benefits

Having Lama Tsongkhapa's image has the immense benefit of harmonizing the energy wherever his image is placed. A direct result of having him in your home would be stabilizing wealth and happiness. Essentials of food, money, shelter and clothing will cease to be a problem. Lama Tsongkhapa's image is well known to have a calming effect on aggressive minds and those with destructive emotions. Making offerings to him and doing his meditations and practice allow us to cultivate the inner qualities of wisdom, compassion and inner strength.

This practice's other benefits are destroying all problems and obstacles. This is displayed with the flaming sword of wisdom on a lotus on his right. The Book of Dharma on the left lotus indicates by taking refuge in him, one can attain the higher wisdom of achieving true inner peace, tranquility and ultimately, Enlightenment.

Migtsema

Je Tsongkhapa’s Guru Yoga meditation (Gaden Lhagyama) is open to all, easy and pleasant to do, yet infinitely profound. Healing of depression, restlessness and sickness, protection from negative energies, enhancement of intelligence and clarity, deep joy and peace are experienced by those who practice it.

His spiritual energy in the form of sound that helps to transform the mind (Mantra), called Migtsema:

MIG-MEY TZE-WEY TER-CHEN CHENREZIG
DRI-MEY KHYEN-PI WANG-PO JAMPAL YANG
DU-PUNG MA-LU JOM-DZEY SANG-WEY DAG
GANG-CHEN KE-PEY TSUG-GYEN TSONGKHAPA
LO-SANG TRAG-PEY SHAB-LA SOL-WA DEB

 

Peraturan dan Persetujuan Terjemahan

Terjemahan ini adalah hasil pekerjaan dari penerjemah pihak ketiga di luar organisasi Kechara. Apabila terjadi salah paham terhadap pengertian dari materi versi bahasa Indonesia, versi bahasa Inggris akan dianggap sebagai versi yang lebih akurat. Walaupun setiap upaya telah dilakukan untuk memeriksa akurasi dari hasil terjemahan ini, kemungkinan terjadi kesalahan tetap ada. Semua pihak yang menggunakan informasi yang didapat dari artikel ini, melakukan hal tersebut dengan resiko pribadi.

© Hak cipta dari artikel ini dipegang oleh Tsem Tulku Rinpoche. Artikel ini bisa di - download, dicetak, dan gandakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kegiatan belajar - mengajar. Kegiatan men-download, menggandakan, tidak boleh dilakukan untuk kepentingan komersial atau untuk mewakili kepentingan perusahaan komersial tanpa ijin eksplisit dari Tsem Tulku Rinpoche. Untuk kepentingan seperti ini, harap menghubungi Liason Susan Lim dari Kechara Media and Publication ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ).

Translation Disclaimer

This translation is the work of a third party translator external to the Kechara Organisation. Should confusion arise in the interpretation of the Indonesian versions of the materials of this page, the English version will be considered as accurate. While every effort is made to ensure the accuracy of the translation, portions may be incorrect. Any person or entity who relies on information obtained from the article does so at his or her own risk.

© The copyright to this article is held by Tsem Tulku Rinpoche. It may be downloaded, printed and reproduced only for personal or classroom use. Absolutely no downloading or copying may be done for, or on behalf of, any for-profit commercial firm or other commercial purpose without the explicit permission of Tsem Tulku Rinpoche. For this purpose, contact Susan Lim, Kechara Media and Publication Liaison, at This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 

Visitors

We have 39 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013