Keluarga Bahagia Untuk Kalacakra PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Saturday, 13 September 2014 05:22

Howell, New Jersey, USA (rute 9)

Howell, New Jersey, USA (route 9)

Read more...
 
Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Friday, 22 August 2014 07:58

Diriku saat berusia 17 tahun di Los Angeles, California

Aku menemukan lagu ini secara kebetulan. Aku kagum dengan ketahanan Chers. Dia tidak seperti bintang pop lainnya yang memudar, dia bergerak seiring waktu dan tetap seperti itu. Aku menduga itu adalah rahasia untuk bertahan pada apapun yang kau lakukan. Lakukan yang kau suka dengan antusias, tau apa yang kaulakukan, namun perbarui dirimu seiring waktu, jangan stagnan. Dunia tidak menunggumu. Kau harus mengejar, tertinggal di belakang terdengar biasa saja, tapi itu bukan sesuatu yang baik.

Engkau belum melihat diriku yang memiliki kenangan masa lalu yang kuat dan mengingat banyak yang menghinaku, mengatakan aku tidak akan berhasil atau mereka meyakinkan aku tidak dapat melakukan apa yang kuinginkan. Terkadang aku mempercayai mereka, kebanyakan tidak. Aku tidak berhasil dan itu benar. Aku rasa kata-kata tersebut subjektif. Aku mungkin bukan bintang dunia, namun aku melakukan apa yang kuinginkan sejak masih kanak-kanak. Banyak rintangan yang menghalangiku. Terkadang aku tidak tau apa yang membuat aku tetap hidup atau bertahan. Percayalah padaku ketika aku mengatakan telah ratusan kali selama 35 tahun terakhir aku ingin menyerah namun tidak bisa dan tidak yakin karena aku tidak diizinkan atau aku tidak menyerah. Aku yakin memiliki malaikat pelindung. Aku masih harus meraih tujuanku dalam kehidupan ini, namun aku tidak berada dibawah kaki gunung. Banyak yang mengatakan aku tidak dapat mencapai apa yang kuinginkan. Berikut adalah beberapa kenangan yang akan kubagikan kan dan aku tidak terlalu melekat pada hal tersebut, namun itu terjadi dan lagu ini membangkitkanku untuk berbagi disini di blog pribadiku. Pada kesan pertama terlihat negative, tapi lihatlah lebih dalam.

1. Ibuku memberikanku pada orang lain ketika aku masih bayi. Aku adalah aib yang memalukan baginya. Sebuah pengingat kenangan buruk dari ayahku yang sangat melukainya dan ibu tak inign mengingatnya. Aku diberikan kepada orangtua angkat. Aku mengingatkannnya pada penderitaannya. Maaf. Selama bertahun-tahun aku merasakan aku kurang pantas untuk dicintai seorang ibu layaknya yang lain. Namun aku menyadari, aku berhak untuk mendapatkan cinta itu, aku tetap menunggu darinya. Anak haram sepertiku seharusnya tidak dilahirkan dan hilang, tapi aku tidak. Ibu, aku tidak menghilang, tapi aku tidak muncul untuk mengingatkanmu pada penderitaanmu, tapi adalah untuk diriku sendiri dapat memahami aku bukanlah penyebab penderitaanmu. Aku akan bangkit dan bangga pada diriku walaupun engkau tidak. Aku harap itu akan berubah. Aku berharap suatu hari engkau akan menghubungiku karena aku tau aku berhak mendapatkan kasih sayangmu.

2. Orangtua angkatku di US mengatakan aku tidak akan berhasil dalam apapun, aku tidak akan mempunyai teman. Aku bermulut besar. Aku melukai orang. Aku bukan orang yang baik. Aku adalah aib mereka. Mereka tidak mengakuiku. Mereka berkata ini terus menerus selama bertahun-tahun ketika ibu angkatku memukulku, menghukumku, mengancamku, mengecewakanku dan membuatku merasa kotor, tidak berharga, rendah dan tak cukup baik. Selama bertahun-tahun di masa remajaku, aku benci melihat diriku di cermin. Aku tidak mempercayai ketika orang-orang memujiku dalam hal apapun yang mereka lihat baik. Aku berpikir mereka mengatakannya hanya karena merasa tidak enak padaku. Aku tidak suka diriku dilihat, didengar, dipuji, dan lainnya karena aku tidak cukup baik. Aku tidak sebanding dengan siapapun. Aku sudah dijuluki demikian. Namun dari waktu ke waktu aku melihat pertanda aku adalah orang yang baik, aku berharga dan aku pantas mendapatkan teman, cinta dan pemberian yang baik. Pertanda itu tidak sering muncul, namun ketika muncul, itu memberiku harapan. Aku tumbuh sendirian, kabur, berkelahi dan bekerja keras untuk bertahan di jalanan Los Angeles. Orang-orang selalu memuji suaraku, penampilanku, kepintaranku, kesigapanku, sensitivitasku, pengetahuan Dharmaku, namun aku tak mempercayai mereka. Aku tidak dapat mempercayai mereka. Itu bukan aku yang mereka bicarakan. Hal lucu yang kuinginkan adalah memiliki suara yang bagus. Aku ingin berpenampilan tampan. Aku menduga aku akan pintar, sigap dan peduli. Di dalam diriku, terkadang pikiran yang muncul mungkin benar. Aku berkata yang baik untuk diriku.

Myself at 17 years old here in Los Angeles, California…

I came across this song by accident..I am amazed at Cher’s endurance. She’s not just another pop star that disappears, she moves with the times and she stays current. I guess that is the secret to survival in whatever you do. Cherish your traditions, know what you stand for, but update yourself with the times..don’t stay stagnant. The world doesn’t wait for you. You have to catch up…being left behind sounds easy, but it’s not a good place to be…

You haven’t seen the last of me’s lyrics evokes some strong memories of the past and many who taunted me, told me I wouldn’t make it or they’d make sure I couldn’t do what I wanted. Sometimes I believed them, but mostly I didn’t. I didn’t make it and yet I did. I guess the word making it is ‘subjective’..I may not be a global superstar, but I am doing what I wanted since I was a child. The odds were all against me. I don’t know sometimes what kept me alive or kept me going. Believe me when I say there were hundreds of times in the last 35 years I wanted to ‘give up’..but either I wasn’t allowed to or didn’t allow myself too I am not sure. I definitely have a ‘guardian angel’..I have yet to reach the summit of my goals though in this life, but I am not at the bottom of the mountain either. So many said I couldn’t do what I wanted…here are some memories that I share and I am not so attached to them, but they did happen and this song brought it up in me to share here on my personal blog…at first glance seem negative, but look deeper..

1. My mother gave me up when I was an infant. I was a shame, an embarrassment to her. A reminder of my father who hurt her so badly she doesn’t want any reminders. I was given to two foster homes.. I am a reminder of this pain for her..I am sorry.. For years I felt I wasn’t good enough to be loved by a mother like everyone else…but I realize, I am worthy of that love, it’s just my mother didn’t see it…I love her just the same. She lost out on my love, but I am waiting for her still. The little illegitimate child that was me was suppose to fade into the past and disappear, but I didn’t. Mom I didn’t fade, but I am not rising so I can remind you of your pain, but to let myself know I am not the cause of your pain. I will rise and be proud of me although you are not or so it seems. I hope that will change..I hope one day you will allow contact..because I know I am worth your love..

2. My step parents in the US told me I wouldn’t amount to anything. I would not have friends. I had a big mouth. I hurt people. I am not a good person. I am a shame to them. They disowned me..They told me this over and over for years while my step mom beat me, punished me, threatened me, grounded me, disappointed me and made me feel I was dirty, unworthy, low and not good enough. For years in my teenage days I hated looking in the mirror. I disbelieved when people complimented me on anything about me that they saw as good. I thougth they just said it because they felt sorry for me. I didn’t like the way I looked, sounded, moved, acted, appeared..because I was not good enough. I was not up to par to anyone. I was told this. But from time to time I saw in me sparks or signs I am a good person, I am worthy and I do deserve friends, love and good things too. These ‘sparks’ didn’t come often, but when they did, they gave me hope. I grew up alone, run away, fighting and working hard to survive on the streets of Los Angeles. People always complimented me on my voice, my looks, my intelligence, my quickness, my senitivity, my knowledge of dharma, but I didn’t believe them. I couldn’t believe them. It was not me they were talking about…the funny thing is I wanted to have a nice voice. I wanted to be good looking. I thought I might be smart, quick and caring..Inside of me, thoughts sometimes occured it might be true..I am the good things told to me..just maybe…

Read more...
 
Mengapa Aku Mendirikan Kechara Soup Kitchen atau KSK PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Friday, 22 August 2014 06:35

 

Aku memilih kemiskinan ketika meninggalkan orangtua angkatku saat berumur 16 tahun pada 1981. Aku mengitari USA dari New Jersey ke California. Aku tidak punya pilihan. Jika aku tinggal di rumah, aku tidak bisa mengejar apa yang kuinginkan. Mereka menciptakan banyak gesekan. Aku lari dari rumah beberapa kali, namun pada 1981, itu adalah yang ketiga dan terakhir kalinya aku meninggalkan rumah dari Howell, Mew Jersey untuk kebaikan.

Hal itu tidak mudah, karena aku harus melakukan berbagai pekerjaan di California ketika aku lari dan bergabung dengan vihara di Los Angeles. Saat berusia 16 tahun dan tidak banyak memiliki kemampuan itu bukanlah perkara mudah. Sama sekali tidak mudah.

Aku makan makanan yang termurah, menggunakan selimut bekas, meminjam baju bekas dari teman-teman dan memiliki sangat sedikit uang atau tak punya sama sekali. Aku tidak mengeluh namun itu membuatku menghargai pertolongan, memiliki barang-barang, teman, makanan enak, keuangan dan dukungan saat ini. Aku tidak pernah melupakan seperti apa rasanya dan aku sangat bersimpati pada orang-orang yang mengalami masa-masa yang sulit seperti itu.

Melihat dari masa-masa sulit itu, aku mendirikan Kechara Soup Kitchen atau KSK (http://kechara.com/ksk/) dari mulai memberikan makanan kepada 15 orang per minggu, sekarang kami memberikan makanan kepada 2.500 per minggu di Kuala Lumpur, Penang dan Johor Bahru. Kami telah memiliki gedung sendiri dan memasak makanan di gedung itu. Sangat menarik dan bermanfaat dapat menolong tunawisma. KSK mendapatkan banyak publikasi media. Kamu bersyukur pada media. Di video ini, Koran The Star di Kuala Lumpur mewawancarai para tunawisma yang kami tolong dan mewawancarai Presiden KSK Dato’ Ruby Khong (teman baik dan muridku) terkait KSK. Menakjubkan video online ini dibuat oleh The Star. Terima kasih The Star! Silahkan lihat video berikut dan melalui tautan dibawah ini. Kau akan melihat ketertarikan dan mengerti apa yang kami lakukan.

Beberapa tautan video terkait KSK dibawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=dix6R-cZTGk

http://www.youtube.com/watch?v=Ez0m5rFUdXg

http://www.youtube.com/watch?v=1nEVJewhpro

Aku memberikan makanan untuk tunawisma dan hewan-hewan liar hampir di seluruh hidupku. Ibu angkatku biasanya melakukan itu. Dia bernama Dana Bugayeff. Dia didiagnosa terkena schizophrenic yang sudah terlambat 30 tahun sehingga hasilnya menyebabkan ia membuat banyak orang dan dirinya sendiri menderita. Dia seperti memiliki beberapa kepribadian. Namun sejatinya dia sangat lembut, baik hati, murah hati dan sangat dermawan. Aku selalu ingat tentangnya. Dia memukuliku, memarahi, menghukum, menghina hampir sepanjang waktu saat aku tinggal dengannya. Ketika dia telah didiagnosa dan diberi pengobatan, dia menjadi orang yang baik yang aku kenal. Hal lucunya adalah ketika aku kecil aku tak dapat tinggal dengannya, tak mampu bersamanya dan meninggalkan rumah, tapi aku tak pernah berhenti mencintai dan merindukannya. Aku hanya dapat berharap andaikan penyakitnya dapat terdiagnosa lebih awal. Dia sangat menderita dan dia bukan orang jahat sama sekali. Dia sangat menentang aku menjadi biksu atau menjalankan kehidupan spiritual. Dia memiliki pandangan sendiri dan aku dihukum karena itu selama bertahun-tahun. Aku tidak merasa sakit hati kepadanya, aku tau dia menginginkan yang terbaik untukku dalam pandangannya. Bagaimana bisa kau membenci seseorang yang kau panggil ibu dan telah begitu baik kepadamu saat dia tidak sakit.

Sebelum aku pergi ke India meninggalkan US untuk kebaikan, aku pergi ke New Jersey mengunjunginya dan mengucapkan selamat tinggal. Itu terakhir kalinya aku dapat melihatnya. Saat aku mengunjunginya dari California ke New Jersey, dia selalu sopan dan ramah padaku. Dia sadar dia kehilangan kontrol emosi padaku mengetahui aku ingin menjadi biksu. Dia tak pernah menerima itu. Aku meminta maaf untuk itu. Dari lubuk hatiku, aku minta maaf dia tidak dapat menerima, karena aku tidak bermaksud untuk melukainya dengan menjadi biksu. Aku hanya tidak dapat melakukan apa yang ia inginkan dariku.

I chose to be poor when I left my step parents’ home when I was 16 years old so that was 1981. I crossed the US on my own from New Jersey to California. I had no choice. When I stayed home, I couldn’t pursue what I wanted to pursue. That created alot of friction. I ran away from home several times, but in 1981, it was my third and final time I left home in Howell, New Jersey for good.

It was not easy, as I had to work all types of jobs in California where I ran away to and joined a dharma centre in Los Angeles. At sixteen and not having alot of skills it was not easy. Not easy at all.

I ate the cheapest foods, used blankets from 2nd hand stores, borrowed or got 2nd hand clothing from friends/what not and basically had very little next to no money. I am not complaining but it made me appreciate help, having things, friends, good food, finances, house and support now. But I never forgot what it was like and I sympathize deeply with people who have it hard.

So as an extension of those days, I created Kechara Soup Kitchen or KSK ( http://kechara.com/ksk/ ) from giving food to 15 people a week, now we are giving to 2,500 people per week in Kuala Lumpur, Penang and Johor Bahru. We have acquired our own building and have been cooking food on the premises. Exciting and fulfilling to help the homeless. KSK has been getting alot of media coverage. We are grateful to the media. In this video, The Star newspaper in Kuala Lumpur interviews the homeless we have been helping and also interviews the President Dato’ Ruby Khong (my good friend and student) regarding KSK. It is a wonderful online video made available by The Star. Thank you The Star! Please see the above video and also the below links. You will find it interesting and understand what we are doing.

Other videos you can link to and watch regarding KSK:

http://www.youtube.com/watch?v=dix6R-cZTGk

http://www.youtube.com/watch?v=Ez0m5rFUdXg

http://www.youtube.com/watch?v=1nEVJewhpro

I have been giving food to homeless people and stray animals most of my life. My step mom use to do that. Her name was Dana Bugayeff. She was diagnosed as a schizophrenic 30 years too late, as a result it made many people and herself suffer a lot. She had like multiple personalities. But when she was herself, she was soft, kind, generous and very giving. I always remember that about her. She abused me with beatings, scoldings, punishments, verbal abuse for the most of the time I was living with her. When she was finally diagnosed properly and had medication, she became the person I knew she was inside. The funny thing was as a kid I couldn’t live with her, be with her and left home, but I never stopped loving her or missing her. I just wished she was diagnosed years before that. She suffered a lot and she was not a bad person at all. She furiously objected to me becoming a monk or engaging in a spiritual life. She had her views and I was punished for it for many years. I don’t resent her for that, I know she wanted the best for me in her world. How can you resent someone that you call mom when growing up and was generous to you when she was not ill.

Before I left for India and left the United States for good, I went to New Jersey to see her and say goodbye. It was the last time I would ever see her again. Our relationship changed. When I use to go visit her from California in New Jersey, she was always polite and cordial to me. She knew she had lost control over me and that I was going to become a monk. She never accepted that. I am sorry for that. From my heart, I am sorry she couldn’t accept, because I never wanted to hurt her by being a monk. I just couldn’t do what she wanted me to do.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 23

Visitors

We have 70 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013