Sebuah Doa Singkat untuk Dorje Shugden PDF Print
Translated by Valentina Suhendra   
Sunday, 15 March 2015 08:42

Sebuah Permintaan Harian untuk Sampatti1, Śānti2 dan Surakṣā3

Dikomposisikan oleh H.E. Tsem Rinpoche

Di surga4 terdapat perwujudan makhluk-makhluk ilahi yang tak terhingga banyaknya. Semua perwujudan tersebut secara khusus menunjukan pada kita aspek-aspek ilahi5 yang berbeda dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada semua makhluk hidup. Semua wujud rupakaya6 ilahi memiliki kasih sayang, cara-cara yang tepat dan kebijaksanaan. Kita memohon kepada mereka ketika kita bahagia, sedih, terpuruk, tersesat, tercukupi, bingung, kosong, dan dalam berbagai jenis emosi yang terus kita alami karena batin yang tak terlatih.

Memahami sifat kita, Makhluk bijaksana nan Agung Dorje Shugden, karena itu, dekaplah kami di hatimu seperti orang tua kepada anak tunggalnya.

Meskipun perwujudan ilahi tidak membutuhkan persembahan dan hadiah dari kita, kami mempersembahkan kepadamu Manjushri7 tertinggi Dorje Shugden persembahan teh, dupa dan kumpulan mantra, untuk memintamu agar memberkahi kami, menjadikanmu sebagai bagian hidup kami, untuk menetap di kediaman kami dan memberikan kami pertanda dan isyarat baik maupun buruk. Ketika hal negatif muncul, hancurkanlah dengan segera. Mohon tingkatkanlah hal yang positif pada pikiranku yang lelah dan usang saat aku membaringkan harapanku kepadamu.

Ketika kesulitan, masalah dan kebingungan muncul, kami memohon kepadamu, yang tidak lain adalah puncak dari semua kuasa, maha suci dan maha mengetahui untuk memberkahi diriku, keluarga, orang yang kucintai, lingkungan dan bahkan hewan peliharaanku. Semoga aku melihat kebijaksanaan, menemukan harapan dan kedamaian.

A Daily Request for Sampatti1, Śānti2 and Surakṣā3

Composed by H.E. Tsem Rinpoche

In the heavens4 there are myriad manifestations of the divine. All those manifestations specifically show us different aspects of divinity5 in order to be of benefit to all living beings. All the rupakaya6 forms of the divine have compassion, skillful means and wisdom. We invoke upon them whether we are happy, sad, down, lost, fulfilled, confused, empty, and during the whole range of emotions we constantly experience due to an untrained mind.

Understanding our nature, Great Wisdom Being Dorje Shugden, therefore all the more so, please hold us close to your bosom as an only child to a parent.

Though the manifestations of the divine need no offerings and gifts from us, we offer you supreme Manjushri7 Dorje Shugden a libation of tea, incense and mantras, in order to ask you to bless us, to be a part of our lives, to abide in our dwellings and to give us signs, omens and portents of both good and bad. When the negative arises, quell them immediately. Please increase the positive for my weary and worn mind as I lay my hopes in you.

When difficulties, problems and confusion arise, we ask you, who is but the culmination of all that is powerful, holy and omniscient to bless myself, family, loved ones, environment and even my pets. May I see wisdom, find hope, and be at peace.

Read more...
 
Dorje Shugden Trakze untuk Menghalau Gangguan Ilmu Hitam & Makhluk Halus PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Sunday, 01 March 2015 08:14

 

ULASAN TENTANG PRAKTEK TRAKZE

 

Sebuah Praktek untuk Menghalau Ilmu Hitam dan Makhluk Halus

Ulasan tentang praktek Trakze ini disusun berdasarkan sumber tradisional oleh Yang Mulia Tsem Rinpoche.

Tanggal: 30 Januari 2015

[CATATAN: Ini adalah sebuah ulasan tentang praktek Trakze dan dapat dilakukan sehari-hari oleh siapapun yang ingin mendapatkan perlindungan bahkan jika anda tidak diganggu ilmu hitam dan makhluk halus. Praktek ini tidak memerlukan inisiasi apapun]

Unduh Ulasan Tentang Praktek Trakze

Unduh Praktek Harian Trakze

COMMENTARY ON TRAKZE PRACTICE

 

A Practice to Dispel Black Magic and Spirits

This commentary on Trakze practice was compiled from traditional sources by His Eminence Tsem Rinpoche. Date: 30th January 2015

[NOTE: This is a commentary on Trakze's practice and can be done daily by anyone who wants to receive protection even if you are not afflicted by black magic and spirits. This practice does not require any initiations]

Download the Commentary on Trakze Practice

Download the Daily Trakze Practice

Read more...
 
Tebak apa yang kami lakukan di Gunung Rinjani PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Saturday, 21 February 2015 02:39

Teman-teman di seluruh dunia,

Apakah anda mengetahui aku memiliki seorang teman dan murid yang baik, Ibu Valentina yang yang telah bekerja melewati berbagai tantangan yang tak terhitung untuk mendirikan Kechara Soup Kitchen (Yayasan Kechara Indonesia) di Jakarta Indonesia?! Silahkan dibaca di artikel ini tentang pencapaiannya dan beberapa temannya yang luar biasa demi orang-orang yang membutuhkan. Aku harus mengatakan aku sangat bangga dengan Valentina dan aku melihatnya sebagai seorang yang sangat baik, murah hati, dan tulus. Dia melakukan apa yang ia janjikan dan tidak mengambil apapun untuk dirinya sendiri. Sama sekali tidak. Dia seorang yang sangat bertanggung jawab dan seorang pemimpin yang baik karena memimpin dengan integritas. Aku memintanya untuk menulis mengenai pendaki-pendaki kami yang berani dan welas asih. Aku berterima kasih kepada para pendaki atas usaha keras mereka dan aku senang mereka semua tiba di rumah dengan selamat. Kalian semua adalah orang-orang yang peduli dengan yang lainnya dalam hati kalian.

Yayasan Kechara Indonesia didirikan pada tanggal 15 Juni 2012 di hadapan notaris di Jakarta yang kemudian diresmikan pada tanggal 17 Oktober 2012 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Indonesia.

Semenjak itu, itu telah menandakan formalisasi pekerjaan baik yang dilakukan oleh teman-teman Indonesia kami dalam kapasitas mereka selama beberapa tahun terakhir. Satu dari mereka telah melakukan usaha penggalangan dana untuk banyak aktivitas-aktivitas kemanusiaan dan spiritual mereka.

2 minggu lalu, 4 relawan dari Yayasan Kechara Indonesia mendaki Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif dan merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia! Kebanyakan dari mereka belum pernah mendaki gunung sebelumnya, namun mereka memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi kondisi yang keras untuk mengumpulkan dana untuk membiayai program dan operasional mereka.

Aku bersukacita untuk semua yang berpartisipasi dalam tantangan penggalangan dana ini. Dibandingkan dengan membuat alasan tidak mempunyai cukup dana untuk melanjutkan aktivitas mereka dan berkembang, mereka menemukan cara dan solusi yang kreatif. Seperti yang mereka katakan, jika itu penting bagimu, maka kamu akan menemukan caranya! Dibawah ini adalah pernyataan yang ditulis oleh salah satu relawan. Ingatlah bahwa kita semua tidak harus mendaki gunung luar, namun taklukkan puncak ketakutan di batin kita untuk melakukan sesuatu untuk yang lainnya. Silahkan dibaca.

Tsem Rinpoche

Dear friends around the world,

Did you know I have a good friend and student Ms. Valentina who has worked through innumerable challenges to establish Kechara Soup Kitchen ( Yayasan Kechara Indonesia) in Jakarta, Indonesia?! Please read here of her and wonderful friends’ accomplishments for the sake of the needy. I must say I am very proud of Valentina and I find her to be a very kind, giving, generous and honorable person. She does what she promises and takes NOTHING for herself. Nothing at all. She is a very responsible person and a good leader because she leads by her integrity. I asked her for this write up about the brave and compassionate climbers. I thank the climbers for their great efforts and I am glad you are all safely home. You are all really caring people with others in mind.

Yayasan Kechara Indonesia (Kechara Indonesia Foundation) was established on 15 June 2012 in the presence of a Notary Public in Jakarta. It was then officially registered on October 17, 2012 by the Ministry of Law and Human Rights, Indonesia.

Since then, it has marked the formalization of the good work that our Indonesian friends have been doing in their personal capacity over the last few years. One of them has been the fundraising efforts for their many humanitarian and spiritual activities.

2 weeks ago, 4 volunteers of Yayasan Kechara Indonesia climbed Mount Rinjani. Mount Rinjani is an active volcano and the 2nd highest volcano in Indonesia! Most of them have never climbed a mountain before, yet they decided to brave the harsh physical conditions to raise funds for their programs and administrative costs.

I rejoice for those who participated in this fundraising challenge. Instead of making an excuse of not having enough funding to continue their activities and to grow further, they find different creative ways and solutions. As they say, if it’s important to you, you’ll find a way! Below is an account written by one of the volunteers. Remember we all don’t have to climb an outer mountain, but scale our inner peaks of fear to do something for others. Do take a read…

Tsem Rinpoche

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 23

Visitors

We have 57 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013