Tebak apa yang Valentina lakukan? PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Monday, 16 February 2015 07:13

Taman Kechara KPMG terpahat di atas batu.

Selama bertahun-tahun, aku terus-menerus menerima berita-berita yang mengagumkan dari Valentina tentang Kechara Indonesia. Salah satunya adalah Kechara Indonesia, bersama dengan sponsor korporat KPMG Indonesia, menciptakan sebuah taman komunitas untuk warga setempat di Jakarta Barat! Mereka juga membangun sebuah toilet di dekat TK, yang sebelumnya anak-anak menggunakan toilet dibawah sebuah tenda. Sungguh baik dan bijaksana.

Aku menikmati menerima berita-berita seperti ini, dan sangat senang Valentina terus menggunakan setiap kesempatan untuk memberikan manfaat pada masyarakat di Indonesia. Valentina dan tim bekerja keras dengan sungguh-sungguh untuk yang lainnya. Senang dapat melihat ini. Valentina adalah seorang pekerja keras meskipun beberapa waktu ia meragukan dirinya sendiri sama seperti kita semua, namun ia tidak membiarkan keraguannya melumpuhkan dan menghentikannya. Dia tidak mencari-cari alasan untuk tidak berhasil, namun mencari cara untuk menang. Dia tidak melarikan diri ketika mendapat kesulitan. Aku menghabiskan sedikit waktu atau energi bersamanya selama bertahun-tahun aku mengenalnya, namun hasilnya menunjukkan, betapa sedikit waktu yang aku habiskan bersamanya telah lama berlalu. Mungkin dia telah menunjukkan padaku sebuah ‘rumus’ baru untuk dapat bersama dengan orang lain dan mendorong mereka untuk berbuat lebih. Kurang adalah lebih.

Aku menunggu untuk menerima lebih banyak lagi berita-berita yang mengagumkan dan kabar dari Kechara Indonesia. Melalui kerja keras mereka, dedikasi dan ketulusan, Kechara Indonesia akan meraih pencapaian yang lebih besar di masa yang akan datang untuk memberikan manfaat semua yang melintasi jalan mereka. Silahkan dibaca dibawah ini mengenai kabar dari Valentina. Aku berharap Valentina dapat melakukan Dharma secara purna waktu. Ini adalah apa yang dapat dia lakukan bersamaan dengan pekerjaan purna waktunya, bayangkan jika dia melakukan Dharma purna waktu ? Akan lebih banyak lagi pencapaian.

Aku menyampaikan harapan yang baik dan apresiasi yang mendalam untuk dia dan timnya.

Tsem Rinpoche

The Kechara KPMG Park carved in stone.

Throughout this year, I have continuously received wonderful news from Valentina about Kechara Indonesia. One of them was that Kechara Indonesia, together with corporate sponsor KPMG Indonesia, created a community park for the locals in West Jarkarta! They also rebuilt a toilet for a nearby kindergarden, as the children had to previously use a toilet under a tent. How kind and thoughtful…

I enjoy receiving this type of news, and am very happy that Valentina continuously seizes every opportunity to benefit the community in Indonesia. Valentina and team really worked hard for others. Happy to see this. Valentina is a very hard worker although at times she has doubts in herself as we all do, but she does not let her doubts cripple her nor stop her. She doesn’t make excuses for not succeeding, but finds ways to win. She doesn’t run when it gets difficult. I spend little time or energy with her over the many years I’ve known her, but her results show, what little time I’ve spent with her has gone a long way. Perhaps she has shown me a new ‘formula’ to be with people and encourage them to be more. Less is more.

I am looking forward to receiving more wonderful news and updates from Kechara Indonesia. Through their hard work, dedication and sincerity, Kechara Indonesia will reach greater heights in the near future to benefit all who cross their paths. Do read below for the updates by Valentina. I do hope Valentina does Dharma full time. This is what she can do along with a full time job, imagine if she spends full time doing dharma? Will be even more results.

I send her and her team my good wishes and deepest appreciations.

Tsem Rinpoche

Read more...
 
Yayasan Kechara Indonesia (YKI) PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Monday, 26 January 2015 02:19

Teman-teman,

Baru-baru ini, aku menerima kabar gembira lainnya dari Valentina. Aku diberitahu bahwa Yayasan Kechara Indonesia (YKI) menerima sebuah penghargaan dari Walikota Jakarta Barat!

YKI dikategorikan sebagai salah satu organisasi sosial di Indonesia yang menunjukkan pencapaian yang signifikan sepanjang tahun, maka bertepatan pada hari kemerdekaan Indonesia, Valentina menghadiri upacara penghargaan untuk menerima penghargaan mewakili YKI. Sungguh menggembirakan!

Aku berpikir untuk berbagi berita yang bahagia ini kepada semua orang. Dibawah ini adalah tulisan dari Valentina mengenai perasaannya setelah memenangkan penghargaan. Dia juga menceritakan sejarah awal mula bagaimana YKI didirikan. Selamat menikmati!

Tsem Rinpoche

Valentina menceritakan perasaannya setelah memenangkan penghargaan dari Walikota Jakarta Barat:

Aku sangat senang dan tersentuh karena aku tidak berharap dapat memperoleh penghargaan atau pengakuan apapun ketika pertama kali mendistribusikan makanan. Aku hanya berpikir untuk melaksanakan instruksi dari Guruku.

Aku menganggap dengan mendapatkan pengakuan melalui penghargaan seperti ini dapat meningkatkan kredibilitas YKI dan menolong kami untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang kami.

Dear friends,

Recently, I received yet another wonderful update from Valentina. I was informed that Yayasan Kechara Indonesia (YKI) received an award by the West Jakarta Mayor!

YKI was recognized as one of the social organizations in Indonesia who showed significant achievements throughout the year… so on Indonesia’s Independence Day, Valentina attended the award ceremony to receive the award on behalf of YKI. How wonderful!

I thought that I’ll share this joyous news with everyone. Below is a write up by Valentina on her thoughts after winning the award. She also share a little history about how YKI was established. Enjoy!

Tsem Rinpoche

Valentina shares her thoughts after winning the award from West Jakarta Mayor:

I am very happy and touched because I did not think about getting any award or recognition when I first distributed food packages. I only thought about executing my Guru’s instruction.

I do think getting recognized via an award like this will increase YKI credibility and help us to achieve our short-term and long-term goal.

Last Updated on Monday, 26 January 2015 05:29
Read more...
 
Panduan Yang Baik Sekali Untuk Para Murid PDF Print
Translated by Jeffry Leonardo William   
Sunday, 25 January 2015 06:10

Beberapa minggu lalu, aku menjumpai sekumpulan panduan yang ditulis oleh Venerable Acharya Kyabje Zasep Tulku Rinpoche untuk murid-muridnya pada tahun 1999. Dari panduannya anda dapat melihat dia sangat lugas, jujur, tulus dan sejati. Dia benar-benar keluar mencari wadah asli Dharma. Menjadi sejati sungguh menyegarkan. Dia telah menetapkan tujuan yang realistik untuk murid-muridnya dan untukmu baginya. Aku menyukainya dan sangat terkesan dengan ini. Anda harus mempelajari panduannya yang dapat diaplikasikan secara universal kepada guru apapun aku rasa. Tentunya sangat dapat diaplikasikan pada Kechara dan Kecharian yang potensial.

Kyabje Zasep Rinpoche menjawab pertanyaan-pertanyaan yang aku rasa sangat bagus untuk dikontemplasikan, terutama bagi murid yang serius mengejar jalan spiritual atau berencana untuk melakukannya. Kyabje Zasep Rinpoche adalah seorang guru yang sangat berkualitas dalam gaya tradisional dan kontemporer Buddhism. Siapapun yang menjadi temannya dan muridnya adalah SANGAT SANGAT SANGAT BERUNTUNG. Dia berlatih dibawah bimbingan guru-guru Tibet yang sangat agung dan Zasep Rinpoche melakukan prakteknya bagaikan hidupnya. Dia memiliki rasa bakti kepada guru yang luar biasa, sangat setia pada praktek yang diturunkan padanya oleh gurunya, dan sangat berdedikasi pada kebulatan tekad untuk memberikan manfaat kepada yang lainnya. Kyabje Zasep Rinpoche makan, bernafas, hidup, tidur, berdiam dalam prinsip Dharma yang murni. Dia tidak tertarik pada kekayaan, ketenaran, nama, atau penuh politis. Dia memegang silsilahnya dengan murni dan penuh hormat pada tradisi-tradisi lainnya. Dia hanya mengikuti hati nuraninya yang diturunkan dari instruksi gurunya yang berharga. Dia ingin memuliakan ajaran-ajaran yang ia terima dari gurunya yang memiliki potensi untuk pencapaian, praktek dan membaginya kepada siapapun yang mempunyai karma terhubung dengannya. Apa lagi yang kita harapkan dari seorang guru atau praktisi ? Jika anda berada di sekitarnya, aku sangat merekomendasikan anda untuk menghadiri pengajarannya, praktek-praktek dan sesi-sesi. Jika anda ingin seorang guru yang murni dan sejati, maka anda menemukannya dalam diri Kyabje Zasep Rinpoche tentunya. Ingat, pada masa dan zaman ini, untuk setia dan sungguh-sungguh pada praktek yang diberikan gurumu bahkan dalam pengawasan penuh, penuh tekanan dan tidak semua pihak menyetujuinya adalah luar biasa dan berbicara banyak tentang seseorang. Tidak banyak yang akan tetap teguh berada dibawah tekanan yang menunjukkan padamu siapa Kyabje Zasep Rinpoche. Ini sendiri memberitahukan kepadamu jika anda adalah murid atau temannya, anda berada dalam kumpulan yang baik. Setiap orang menyukai bersama dengan pribadi yang setia dalam semua tingkatan. Sangat baik mengetahui betapa stabil, sungguh-sungguh, setia dan menghargai Kyabje Zasep Rinpoche pada silsilahnya, Lama, praktek dan murid-muridnya.

Apakah guru kita terkenal atau tidak seharusnya tidak berefek pada kepercayaan dan kesetiaan pada guru kita. Apapun yang guru kita ajarkan harus memiliki silsilah dan memberikan manfaat pada yang lainnya di masa lalu selama ratusan tahun, lalu mengapa ragu. Ajaran-ajaran harus mempunyai sebuah silsilah dan jika guru kita telah menjelaskan silsilah pada kita dan kita telah menerimanya, maka lakukanlah tanpa keragu-raguan lebih jauh. Dalam kasus ini, banyak atau sedikit orang-orang yang mengikuti seorang guru tidak membuktikan guru tersebut sungguh-sungguh atau tidak. Banyak guru besar melakukannya dengan sengaja untuk tujuan tertentu. Apa yang membuat ajaran tetap hidup dan memiliki potensi adalah kepercayaan kita, bakti dan kesetiaan pada guru kita digabungkan dengan transformasi batin kita. Ketika kita hilang kepercayaan dan mengkritik guru kita, berarti kita mengkritik silsilahnya, gurunya, murid-muridnya dan ketulusannya karena semuanya saling berkaitan. Ketika kita mengkritik dan meninggalkan guru kita, tak peduli berapa banyak guru baru yang kita temua dan mendapatkan ajaran, tidak akan ada hasilnya berdasarkan Vajradhara. Nasehat ini sangat penting. Kita harus menghadapi kenyataan dan mengatasi kemarahan kita, ego dan pandangan salah. Jika kita sungguh-sungguh mempunyai masalah dengan guru kita yang tidak bisa kita selesaikan, berbicaralah pada guru, berbagi dan jelaskan dan jika tidak berhasil, minta izin untuk pergi ke guru lainnya. Bahkan jika kita pergi ke guru yang lain, kita seharusnya tidak pernah mengkritik atau berusaha merusak guru yang telah kita tinggalkan. Mengapa ? Karena guru tersebut telah memberikan Dharma kepada kita. Kita harus berbicara dengan hormat tentang guru terdahulu kita dan mengingat kebaikannya. Dia menghabiskan waktu, cinta dan menyirami kita dengan hadiah dan mungkin karma kita berbeda. Kita tidak dapat mencemooh semua yang tidak sesuai dengan pandangan kita. Jangan pernah melupakan ini. Bersyukur adalah komponen penting untuk pencapaian yang lebih tinggi, karenanya kita memanggil guru kita dan Lama silsilah dalam semua praktek yang lebih tinggi (sadhana) di semua praktek tantrik harian. Kita melafalkan ayat-ayat untuk mengundang berkah dari guru kita dan semua guru silsilah setiap hari dalam meditasi dan sadhana. Alasannya adalah untuk mengembangkan rasa bersyukur dan tak berharap imbalan apapun.

Tiada gurumu yang merupakan musuhmu, namun gurumu mengajarkanmu Dharma dan karmamu tak dapat menanganinya. Karmamu, ego, dan kemarahan adalah musuh utamamu bukan gurumu. Kita tidak seharusnya hanya menghilang pada saat tanda pertama masalah atau keraguan muncul. Dalam kehidupan, kita harus menghadapi masalah dengan orangtua, suami istri, teman, saudara, bawahan, anak, jadi mengapa tidak dengan gurumu. Guru kita tidak mungkin ‘hanya’ seseorang yang kita bermasalah dengannya. Mengapa kita membuang guru kita dan mengatasi masalah dengan yang lainnya ? Mungkin karena kita tidak menghargai kontribusi penting yang guru kita berikan kepada kita ? Atau kita ingin menyalahkan guru kita karena telah menunjukkan suatau kenyataan dalam diri kita yang kita memiliih untuk tidak kita hadapi namun menyalahkan guru karena mengekspos ? Bersikap adillah dengan siapapun dalam hidupmu dan hadapi perbedaan dan jangan selektif. Bagaimana anda ‘membuang’ orang mencerminkan bagaimana anda berpikir tentang yang lainnya dan ini akan kembali ‘menghantuimu’ dalam aspek lain dari hidupmu kemudian. Perilaku buruk akan muncul lagi dan lagi jika tidak dilacak, disembuhkan dan diobati. Siapapun yang melindungi kita saat ini, tidak akan selalu berada di sekitar kita dan kita akan menghadapinya sendiri suatu hari nanti. Tidak ada yang bisa dihindari. Lagipula, kita dapat lari dari manusia, namun kita tidak dapat lari dari sumber masalah yang kita ciptakan yang ada dalam diri kita sendiri. Ini adalah kasus ekstrim, tapi umumnya kita harus dapat mengatasi keraguan kita dan masalah dengan guru kita dan tetap setia. Ini baik untuk batin kita, baik untuk latihan kita dan baik untuk hasilnya. Konsistensi adalah komposisi penting dalam kesuksesan spiritual.

Jika guru baru yang kita tuju mengkritik guru terdahulu kita, praktek atau silsilah, maka ada sesuatu yang salah atau ada motivasi politis. Tidak ada guru yang perlu mengkritik guru lain siapapun mereka. Pada masa dan zaman ini, tidak ada guru betapapun terkenalnya mereka semestinya tidak boleh mengkritik praktek orang lain, guru, silsilah atau kepercayaan. Pemerintahan yang demokratis di dunia yang beradab bahkan mengizinkan praktek-praktek yang sebelumnya dianggap bertentangan dengan spiritual seperti ilmu sihir, voodoo, dan lainnya. Oleh karena itu tidak ada guru atau pemimpin spiritual yang berhak menjelekkan jalan yang lain. Karena begitu anda memulai, dimana anda membuat garisnya ? Tidak ada bentuk pengasingan, prasangka, bias atau pengucilan yang harus muncul dari membeda-bedakan praktek religius. Karena ini akan menjadi bibit perbedaan pendapat, ketidakharmonisan dan kebencian.

Guru kita mengajarkan kita sesuatu yang berguna dan kita berbakti dan rajin lalu tiba-tiba guru lain yang tenar dan terkenal mengajarkan sebaliknya dan muncul keraguan dalam diri kita tentang guru kita adalah tidak baik. Itu menunjukkan siapa kita sebenarnya dan bukan guru kita karena mudah berpindah. Betapapun terkenalnya guru lain, guru anda masih memberikan Dharma suci padamu dan anda harus selalu bersyukur.

Tahta tinggi bukan berarti lebih baik daripada guru sederhana yang duduk di alas yang rendah. Spiritualitas dan tingkatan pengetahuan seorang guru tidak dilihat dari tingkatan, tahta, ketenaran dan berapa banyak muridnya. Aku mengetahui beberapa guru yang sangat berkualitas yang tidak memiliki banya murid sama sekali dan beberapa murid bahkan meninggalkan mereka dan mencemooh mereka, sungguh membuatku terkejut! Jika kita mempunyai masalah dengan guru kita, kita harus rendah hati, menelan ego kita, meminta maaf dan kemudian tinggal atau pergi itu keputusan ada pada kita, namun jangan menghancurkan atau berusaha menghancurkan seorang guru karena konsekuensi karma yang berat, belum termasuk anda melukai murid lainnya juga dan itu tidak membuatmu menjadi orang yang lebih baik sama sekali.

Kyabje Zasep Rinpoche, sebagai seorang Lama yang sukses membawa Buddhism ke Barat, panduan ini ditulis oleh Zasep Rinpoche untuk menolong menjembatani perbedaan budaya antara Timur dan Barat. Ini juga dapat membantu murid-muridnya untuk mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang praktek tradisional, cara-cara yang standar maupun yang telah disesuaikan terkait dengan hubungan Guru-murid dalam dunia Buddhism Tibet.

Serupa dengan tahun-tahun mengajarku selama di Malaysia, banyak murid-murid Malaysiaku yang belum terjamah dengan hubungan Guru-murid tradisional sesuai dengan ajaran dan telah dipraktekkan di biara-biara suci di India dan Tibet. Ini bukan karena murid-murid ini buruk, itu sesederhana karena perbedaan budaya dan didikan.

Aku mendorong semua muridku, baik online maupun di Kechara, untuk membaca panduan ini dan membaginya dengan teman-temanmu. Cetak dan bacalah dari waktu ke waktu. Ini akan sangat membantumu.

Tak peduli apakah anda pemula atau murid senior, panduan ini sangat baik untuk dibaca, dimengerti dan dikontemplasi. Ini akan sangat membantumu dalam menjawab banyak pertanyannmu.

Tsem Rinpoche

Ingatlah, jangan pernah mengeluh tentang pekerjaan Dharma yang akan anda lakukan, sudah lakukan atau sedang dilakukan. Dengan mengeluh atau memuntahkan kata-kata negatif anda mempengaruhi setiap orang di sekitar anda secara negatif dan juga meniadakan semua yang telah anda lakukan.

A few weeks ago, I came across a set of guidelines that Venerable Acharya Kyabje Zasep Tulku Rinpoche had written for his students back in 1999. From his guidelines you can see he is straightforward, honest, genuine and real. He is really out to find genuine receptacles of dharma. Being real is refreshing. He has set realistic goals for his students and for you to him. I liked that and was very impressed with this. You must study through what his guidelines are which is applicable universally meeting any teacher I feel. It certainly applies to Kechara and potential Kecharians very much.

Kyabje Zasep Rinpoche answers questions that I feel are very good to contemplate on, especially for serious students who are currently pursuing a spiritual path or plan to. Kyabje Zasep Rinpoche is a very qualified teacher in the traditional and contemporary style of Buddhism. Those who are his friends and students are VERY VERY VERY LUCKY. I REJOICE. He has trained under supremely high level masters of Tibet and Zasep Rinpoche has taken his practice as his life. He has supreme guru devotion, very loyal to the practice as passed to him by his masters, and very dedicated in his determination to be of benefit to others. Kyabje Zasep Rinpoche eats, breathes, lives, sleeps, abides within pure dharma principles. He is not impressed with wealth, fame, name or looking politically correct. He holds his lineage purely as well as respect deeply of other traditions. He just follows his conscience which derives from the instructions of his precious teachers. He wants to honor the teachings he has received from his teachers which are potent for attainments, practice and share with those karmically connected to him. What else do we expect of a master or practitioner? If you are in his area, I highly recommend you attend his teachings, practices and sessions. If you want a real and genuine teacher, then you found one in Kyabje Zasep Rinpoche for sure. Remember, in this day and age, to be loyal and genuine to the practices your teacher has given you even under much scrutiny, pressure or political correctness is amazing and speaks volumes of a person. Not many will be firm under such pressures which shows you who Kyabje Zasep Rinpoche is. This itself tells you if you are his student or friend, you are in good company. Everyone loves to be with loyal individuals on any level. It’s nice to know how stable, genuine, loyal and appreciative Kyabje Zasep Rinpoche is to his lineage, lamas, practice and students.

Whether our teacher is famous or high profile or not should not matter in our trust, belief and loyalty towards our teacher. Whatever our teacher disseminates to us should have a lineage and has brought benefit to others in the past for hundreds of years, so why doubt. Teachings must have a lineage and if our teacher has explained the lineage to us and we have accepted, then go all the way with it without further doubts. In this case, more people or less following a teacher does not make a teacher more genuine or less genuine. Many great masters are obscure and choose that on purpose. What makes the teachings alive and potent is our trust, devotion and loyalty in our teacher coupled with transforming our minds. When we lose faith or criticize our teacher, we criticize his lineage, his teacher, his students and his sincerity because everyone is intertwined. When we criticize and leave our teacher, no matter how many new teachers we meet and take teachings from, there will be no results according to Vajradhara. This advice is very important. We must face that truth and overcome our anger, egos and wrong views. If we genuinely have a problem with our teacher that cannot be overcome, speak to the teacher, share and explain and if it doesn’t work, ask permission to go to another teacher. Even when we have gone to another teacher, we should never criticize or attempt to damage the teacher we had left. Why? Because that teacher did impart dharma to us. We should speak respectfully of our past teachers and remember the kindness. He did spend time, love and shower us with gifts and perhaps our karmas are different. We cannot scorn all that don’t match our projections. Don’t forget this ever. Being grateful is a necessary component of higher attainments, hence we recall our teachers and lineage lamas in all higher practices (sadhanas) of any tantric deities daily. We recite the liturgies of invoking on our teacher’s and lineage teachers blessings daily in our meditations and sadhanas. The reason is to develop a sense of being grateful and taking nothing for granted.

None of your teachers are your enemies, but your teacher taught you the dharma and your karma couldn’t handle it. Your karma, ego and anger are your real enemies never your teacher. We shouldn’t just disappear at the first sign of trouble or doubt. In life, we have to work through problems with our parents, spouses, partners, siblings, co-workers, children, so why not our teachers. Our teachers could not be the ‘only’ person that we have problems with. Why do we abandon our teacher and work through problems with everyone else? Perhaps because we don’t value the important contributions are teacher bestowed upon us? Or we wish to blame our teacher for pointing out something truthful in ourselves we prefer not to face but blame the teacher for exposing? Be fair with everyone in your life and work through differences and don’t be selective. How you ‘throw’ people out will reflect how you really think of others and this will return to ‘haunt’ you in other aspects of your life later. Bad attitude will surface again and again if not addressed, healed and remedied. Whoever shelters us from ourselves now, will not always be around and we will have to face ourselves one day alone. There is no avoidance. After all, we can run away from people, but we can’t run away from the cause of problems we may have contributed to which is within ourselves. This is in an extreme case, but generally we should work through our doubts and issues with our teacher and be loyal. This is good for our mind, good for out training and good for our eventual results. Consistency is a urgently vital ingredient in spiritual success.

If the new teacher we go to has criticism for our previous teacher, practice or lineage, then there is something wrong or politically motivated. No teacher need criticize another teacher no matter who they are. In this day and age, no teacher no matter how famous or just he may be should ever criticize another person’s practice, teacher, lineage or faith. Democratic governments throughout the civilized world even allow the practices of once despised forms of spirituality such as witchcraft, voodoo, et al. Therefore no teacher or spiritual leader has the right to denigrade another’s path ever. Because once you start, where do you draw the line? No forms of ostracism, prejudice, bias or segregation should arise from differing religious practices either. Because this will be the seed to dissent, disharmony and hatred.

Our teacher teaches us something useful and we are devoted and diligent then suddenly another teacher of fame and name preaches otherwise and we have doubts in our teacher is not good. It shows who we really are and not our teacher because we are swayed easily. No matter how famous another teacher may be, your teacher still imparted the holy dharma to you and you should be grateful always. Higher thrones does not mean better than a humble teacher on a low cushion. Spirituality and the level of knowledge of a teacher is not reflected by rank, thrones, fame or how many students he has. I know of a few very qualified teachers who did not have many students at all and some students even left them and scorned them to my shock! If we had issues with our teacher, we should be humble, swallow the ego, apologize and then remain or move on is up to us, but don’t damage or attempt to damage a teacher as the karmic consequences are heavy, not to mention you hurt the other students as well and that does not make you a better person at all.

Kyabje Zasep Rinpoche, as a lama who has successfully brought Buddhism to the West, these guidelines were written by Zasep Rinpoche to help bridge the differences in culture between the East and West. It was also to help his students better understand the traditional practice, proper protocol and customs that comes with a Guru-disciple relationship within the world of Tibetan Buddhism.

Similarly, throughout my years teaching in Malaysia, most of my Malaysian students are equally unexposed to the traditional Guru-disciple relationship as taught and practiced in the holy monasteries of India and Tibet. It is not that these students are bad, it’s simply due to the difference in culture and upbringing.

I encourage all of my students, both online and those in Kechara, to read these guidelines and to share it with your friends too. Print it out and read it from time to time… It will help you very much.

Regardless of whether you’re a new or an old student, this guideline is very good to read, understand and contemplate. It will definitely help you answer many of your questions…

Tsem Rinpoche

Remember, never complain about dharma work that you will do, have done or doing. In complaining or spewing negative words you affect everyone around you negatively and also nearly negate all that you have done.

Last Updated on Sunday, 25 January 2015 07:25
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 23

Visitors

We have 36 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013