Kekuatan Penyesalan PDF Print
Translated by Valentina Suhendra   

Pada waktu bertemu dengan Rinpoche untuk pertama kalinya, Beliau menginstruksikan saya untuk melakukan sadhana Empat Kekuatan Lawan (Four Opponent Power) untuk membersihkan karma negatif. Pada saat melakukan sadhana ini, banyak hal yang tidak mengenakan yang terjadi seperti, jatuh berkali-kali, jerawat dan bisul parah, kecelakaan mobil, dimarahi atau terlibat konflik, depresi, dan lain sebagainya. Rinpoche pernah mengatakan bahwa hal-hal tidak mengenakan ini adalah tanda bahwa sadhana Empat Kekuatan Lawan bekerja. Karma buruk terbuka sebelum waktunya, dan membuat kita lebih mudah menghadapinya. Dalam situasi seperti ini, lebih baik bila kita bisa tetap tenang dan bersyukur. Satu-satunya kualitas baik dari karma buruk adalah, mereka dapat dibersihkan seburuk apapun.

When I first met Rinpoche, he immediately instructed me to practice Four Opponent Power to purify my negative karma. During the practice of Four Opponent Power, sometimes uncomfortable things happen such as falling repeatedly, severe facial acne, car accidents, being scolded or caught in conflict, depression, etc. Rinpoche once said that these are signs that the purification practice actually work. The negative karma ripen before its time, and thus make it easier for us to bear. In this situation it is best remain calm and grateful. The only good quality of karma is it can be purified no matter how severed.

Read more...
 
Doa Persembahan Pelita Cahaya PDF Print
Translated by Betsy Ciaputra and Valentina Suhendra, Composed by Lama Atisha   

Light offering

Kalian dapat melafalkan doa ini pada saat melakukan persembahan pelita secara pribadi. Setelah menyalakan lilin, atau lampu mentega* atau jenis lampu apapun, doa ini dilafalkan bersamaan dengan visualisasi yang digambarkan dibawah ini:

You can recite this prayer when making individual light offering. After lighting a candle, a butter lamp, or any form of light, this prayer can be recited in conjunction with the visualisation described below.

Read more...
 
Nasihat dari dalam hati Atisha PDF Print
Translated by Betsy Ciaputra and Valentina Suhendra   

Atisha

Diberikan atas permintaan Jangchub O

Ketika Yang Mulia Atisha tiba di Tibet, pertama-tama beliau mengunjungi Ngari dan tinggal selama dua tahun. Beliau memberikan banyak ajaran kepada murid-murid Jang Chub O.
Setelah dua tahun berlalu, Beliau memutuskan untuk kembali ke India dan Jang Chub O memohon Beliau untuk memberikan ajaran terakhir sebelum Beliau pergi. Atisha menjawab bahwa semua ajaran yang diperlukan sudah diberikan, akan tetapi Jang Chub O tetap memohon dan akhirnya Atisha setuju dan memberikan nasihat berikut ini.

Given at the request of Jangchub Ö

When Venerable Atisha came to Tibet, he first went to Ngari, where he remained for two years giving many teachings to the disciples of Jang Chub Ö.
After two years had passed, he decided to return to India, and Jang Chub Ö requested him to give one last teaching before he left. Atisha replied that he had already given them all the advice they needed, but Jang Chub Ö persisted in his request and so Atisha accepted and gave the following advice.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 4 of 6

Visitors

We have 64 guests online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013